SuaraJawaTengah.id - Pasangan jalur independen di Pilkada Kota Solo, Bagyo Wahyono- FX Supardjo diketahui mendapat sumbangan kampanye sebesar Rp153,4 juta.
Jumlah itu kalah jauh dari pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang menerima sumbangan Rp650 juta.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Nurul Sutarti, menjelaskan besaran sumbangan kedua pasangan itu tertuang dalam LPSDK (Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK).
Nurul merinci, sumber terbanyak sumbangan dana kampanye Bajo berasal dari pihak lain perseorangan dengan total Rp116.875.000. Sedangkan sisanya didapat dari sumbangan dana pribadi paslon Bajo Rp36,6 juta.
"Sumbangan dari pihak lain perseorangan yang diterima Bajo ini terdiri uang tunai Rp54 juta, barang Rp 41,8 juta, dan jasa Rp 21 juta," kata Nurul, Selasa (03/11/2020).
Data LPSDK kedua paslon ini, kata dia, tercatat dalam periode 25 September sampai 30 Oktober. LPSDK paslon Gibran-Teguh sebesar Rp650 juta ini semua berasal dari sumbangan dana pribadi paslon.
"Untuk sumbangan dari pihak lain perseorangan, gabungan parpol, pihak lain kelompok, pihak lain badan hukum swasta tidak ada," tutur dia.
Bagyo Wahyono saat maju dalam pencalonan beberapa kali mengatakan jika dana kampanye berasal dari gotong royong alias iuran masyarakat.
Bahkan, laporan dana awal kampanye ke KPU Solo, pasangan dengan nomor urut 02 itu hanya nol rupiah.
Baca Juga: Gibran-Bagyo Umbar Keyakinan Menjelang Debat Pilkada Solo
"Kita menganut sistem gotong royong, ada yang sumbang kertas untuk buat flyers, ada yang menyumbang uang tunai. Artinya dari rakyat untuk rakyat," tukas Bagyo.
Kontributor : RS Prabowo
Tag
Berita Terkait
-
Habib Hasan Sebut Gibran Rakabuming Lebih Cerdas Daripada Ayahnya
-
Tak Melulu Modern, Gibran Rakabuming Juga Ingin Kembangkan Tanaman Obat
-
Calon Wali Kota Solo Nunggak Pembayaran PDAM, Alasannya Kesulitan Ekonomi
-
Lawan Gibran Punya Tunggakan PDAM Rp 25 Juta, Bagyo: Sebetulnya Gak Segitu
-
PDAM Kota Solo Tagih Tunggakan Cawali Bagyo Rp 25 Juta
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin