SuaraJawaTengah.id - Sungguh bejat kelakuan MS alias Abah (44), pemilik salah satu pondok di Kabupaten Banyumas. Ia yang harusnya mendidik santri dan santriwatinya, justru malah menodai salah satu santriwati yang masih di bawah umur.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada sekitar Bulan September 2020 lalu di wilayah Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas.
"Pelaku telah kita amankan pada Rabu (4/11/2020). Ia dan korban merupakan warga Lumbir," katanya melalui pesan singkat, Kamis (4/11/2020) malam.
Kejadian tersebut terungkap setelah mendapatkan laporan dari orangtua korban AH (11) warga Kecamatan Lumbir dimana MS diduga telah melakukan pencabulan terhadap korban yang masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Dasar ini.
"Setelah kita mintai keterangan ke korban, ia mengakui pencabulan yang telah dialaminya. Pelaku meraba alat kelamin korban dan menciumi kedua pipi korban saat korban sedang tidur," jelasnya.
Menurut AKP Berry, korban telah mendapat perlakuan cabul tersebut sebanyak 12 kali. Hanya saja, karena sempat diliburkan karena pandemi Covid-19, ia baru melakukannya kembali dari Bulan Agustus.
"Dulu sebelum Covid-19 sering, nah sejak masuk kembali mulai Agustus baru 3 kali," ujarnya.
Berdasar keterangan pelaku, ia hanya mencabuli kepada satu santriwati tersebut. Tidak ada santriwati lain yang mendapat perlakuan serupa.
"Sudah di cek. Tidak ada (korban lain). Alasannya karena pelaku senangnya hanya sama korban," terangnya.
Baca Juga: Waspada! Hujan Lebat Mengancam, Banjir Terjadi di Banyumas
Saat ini pelaku beserta barang bukti berupa satu stel piyama panjang warna merah jambu motif kuda poni, satu potong kaos dalam warna putih, satu potong celana dalam warna biru di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut.
"Atas kejadian tersebut, pelaku MS dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tandasnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
-
Ki Seno Meninggal, Peserta Festival Dalang Cilik di Banyumas Kirim Doa
-
Nodai Gadis Pakai Kayu hingga Kemaluan Sobek, Ari Semaput Dihajar Massa
-
Duh! Karena Sakit, Pendaki Ini Tinggalkan Temennya di Gunung Slamet
-
Pemekaran Banyumas: Banyumas Barat Bakal Jadi Centra Industri
-
Bejat! Direkam Tetangga, Lelaki di Tuban Berkali-kali Setubuhi Anak Sendiri
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Fakta Baru Kecurangan UTBK di Undip, Polisi Sebut Peserta Diduga Jadi Korban Penipuan
-
Pelindo Terminal Peti Kemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
-
Tragedi Kecelakaan Maut di Jogja: Pemotor Tak Berhelm Tabrak Nenek 80 Tahun hingga Tewas
-
Peserta UTBK Undip Berdalih Tak Paham Alat Dengar di Telinga, Polisi Beri Pembinaan
-
Ngeri! 5 Fakta Remaja Dibakar Paman di Semarang, Pemicunya Cuma Perkara Mandi