SuaraJawaTengah.id - Ratusan warga di tiga desa kawasan rawan bencana (KRB) III di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang mulai dievakuasi ke daerah pengungsian. Total pengungsi sementara mencapai 125 jiwa.
Hal ini terkait ditingkatkannya status Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) pada Kamis (5/11/2020).
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, proses evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi situasi kritis.
Evakuasi diutamakan untuk warga rentan seperti ibu hamil dan menyusui, balita, lansia, serta penyandang disabilitas.
"Kami melakukan antisipasi agar ketika terjadi situasi kritis tidak menimbulkan banyak korban. Evakuasi ke desa-desa penyangganya (sister village)," kata Nanda di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Jumat (6/11/2020).
Data sementara yang dikumpulkan oleh Kecamatan Dukun, jumlah warga yang diungsikan dari Desa Krinjing mencapai 125 orang. Sekitar pukul 10.00 WIB para pengungsi dibawa ke lokasi pengungsian di Desa Deyangan, Kec Mertoyudan.
Sedangkan jumlah warga rentan di Desa Paten diperkirakan mencapai 153 jiwa yang akan diungsikan ke Desa Mertoyudan, Kec Mertoyudan.
Untuk Desa Ngargomulyo pengungsi diperkirakan mencapai 130 jiwa yang akan diungsikan ke Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.
"Ini dapat berubah sewaktu-waktu. Mungkin bisa bertambah melihat situasi dan kondisinya. Semoga kondisi Merapi bisa melandai lagi."
Baca Juga: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Warga Rentan di Magelang Mulai Mengungsi
Koordinator Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Krinjing, Ari Kenang Riyadi mengatakan, warga yang diungsikan berasal dari Dusun Trono, Pugeran, dan Trayem.
Jumlah pengungsi rentan terbanyak berasal dari Dusun Trayem sebanyak 53 orang. Sedangkan Dusun Trono (25 orang) dan Pugeran (25 orang).
"Evakuasi ternak akan dilakukan setelah kita menyelamatkan seluruh warga. Nantinya tetap akan jadi prioritas evakuasi," ujar Ari Kenang.
Berdasarkan pengamatan SuaraJawaTengah.id di lokasi evakuasi. Cuaca di puncak Merapi terpantau cerah.
Masyarakat masih melakukan aktivitas seperti biasa seperti mencari rumput untuk ternak dan berkebun.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Penambangan di Sungai Gendol Ditutup Sementara Usai Merapi Berstatus Siaga
-
Muncul Awan Seperti UFO di Gunung Lawu, Ketahui Bahaya Lenticular Clouds
-
Apa Itu Lenticular Clouds? Ini Penjelasan Awan Seperti UFO di Gunung
-
Pengemudi Mobilio yang Terlibat Laka Maut di Mlati Jadi Tersangka
-
Daftar Letusan Dahsyat Gunung Merapi, Ini Sejarahnya Sejak Tahun 1006
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Bukan LCGC! Ini 3 MPV Bekas Rp80 Jutaan Paling Nyaman dan Irit BBM, Dijamin Senyap di Tol
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo