SuaraJawaTengah.id - Tim gabungan yang terdiri Pemerintah Kabupaten Boyolali, TNI, Polri, dan relawan melakukan evakuasi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana/KRB III ke tempat penampungan pengungsian sementara atau TPPS di Balai Desa Klakah Kecamatan Selo, Jawa Tengah, Rabu (11/11/2020). Menyusul status Gunung Merapi Siaga atau naik level III.
Tim relawan melakukan evakuasi dari Dukuh Sumber Desa Klakah yang masuk di KRB III Merapi atau berjarak sekitar 3 hingga 4 kilometer dari puncak menuju TPPS dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
Tim Siaga Desa Klakah melakukan evakuasi warga, terutama lansia, ibu hamil, balita, dan disabilitas menuju TPPS balai desa yang sudah disiapkan untuk penanganan pengungsi erupsi Merapi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Menurut Kepala Desa Klakah Marwoto, kegiatan evakuasi warga lansia, ibu hamil dan balita di TPPS Desa Klakah sudah dimulai. Jumlah warga yang dievakuasi sudah puluhan jiwa dan hal itu, akan bertambah terus karena kegiatan masih berlangsung.
"Kami sudah mempersiapkan TPPS di Balai Desa Klakah yang berjarak sekitar 6,5 Km dari puncak, dengan cara disekat-sekat sebanyak 37 bilik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jumlah ruangan TPPS ini, kapasitas bisa menampung setiap bilik empat orang dewasa, sehingga totalnya 148 orang," kata Marwoto.
Bahkan, Tim Siaga Desa juga telah menyiapkan TPPS kedua di gedung SMP Negeri 2 Klakah, jika jumlah warga yang dievakuasi terus bertambah, karena sesuai data totalnya ada 200 orang warga lansia dan anak-anak di KRB III Klakah.
Dukuh di Desa Klalah yang masuk KRB III, kata Marwoto, yakni Sumber, Bangusari, Bakalan, Klakah Duwur, Klakah Tengah, dan Klalah Ngisor.
Selain Desa Klakah, di Kecamatan Selo Boyolali, yang melakukan persiapan untuk evakuasi warga di KRB III, yakni Desa Jrakah. Namun, TSD bersama pemerintah desa setempat masih melakukan persiapan TPPS untuk pengungsi.
Menurut Kades Jrakah Tumar, Pemerintah Desa Jrakah, TSD setempat dibantu TNI, Polri, dan relawan melakukan persiapan untuk penempatan warga di TPPS di Balai Desa Jrakah. Pihaknya belum melakukan evakuasi warga yang pemukimannya di kawasan KRB III Merapi.
Baca Juga: India Akan Operasi Evakuasi Besar-besaran Warganya, Siapkan 60 Penerbangan
Warga yang tinggal di dusun masuk KRB III Merapi di Desa Jrakah antara lain Sepi ada enam RT, Kajor (5 RT), Tosari (1 RT) dan Jrakah (2 RT). Dukuh yang mempunyai jarak terdekat, Sepi yakni sekitar 3 kilometer dari puncak.
"Jarak Balai Desa Jrakah yang dipersiapkan untuk TPPS sekitar 5 kilometer dari puncak Merapi. Jika Merapi erupsi warga bisa langsung diungsikan ke desa persaudaraan di Karanggeneng Boyolali kota," kata Tumar.
Namun, kata Tumar, warga tetap mengharapkan Merapi tidak terjadi apa-apa, dan tetap tenang seperti yang diharapkan semua orang. Warga diminta tenang tetapi tetap waspada dengan status dinaikkan menjadi siaga (level III) ini. Antara
Berita Terkait
-
Soal Evakuasi Kemanusiaan Warga Palestina, Legislator PDIP: Hati-hati Jebakan Israel!
-
Dukung Niatan Prabowo Tampung Warga Gaza, Partai Gelora Siapkan Kader jadi Relawan Trauma Healing
-
PP Muhammadiyah Dukung Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia, Asal...
-
Evakuasi Warga Gaza: Presiden Prabowo Tak Gegabah, Ini Alasannya!
-
Istana Pastikan Prabowo Tak Gegabah Soal Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan
-
Sayangkan Penanganan yang Lambat, Komnas HAM Dorong Kiai Cabul Ndholo Kusumo Dihukum Berat