- BRI Kantor Cabang Cepu menyelenggarakan pelatihan manajemen kelangsungan usaha berupa simulasi bencana gempa bumi dan tanah longsor.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh staf untuk menjamin keselamatan pekerja serta kelancaran layanan nasabah saat bencana.
- Simulasi mencakup prosedur evakuasi terstruktur dan pelatihan pertolongan pertama guna meminimalisir dampak buruk bagi operasional perbankan tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Di tengah meningkatnya kesadaran akan risiko bencana alam di Indonesia, langkah proaktif diambil oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Cepu.
Institusi perbankan vital ini menggelar Pelatihan Gabungan Manajemen Kelangsungan Usaha yang berfokus pada simulasi gempa bumi dan tanah longsor, sebuah inisiatif krusial untuk memastikan keselamatan pekerja dan keberlangsungan layanan bagi nasabah.
Kegiatan yang dihelat dengan serius ini dirancang untuk menanamkan budaya siaga dan responsif di seluruh lapisan pekerja, mulai dari jajaran pimpinan hingga staf di garis depan.
Mengingat potensi ancaman gempa bumi yang dapat terjadi tanpa peringatan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak buruk yang mungkin timbul.
Branch Manager BRI Kantor Cabang Cepu, Yandi Suryandi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen fundamental perusahaan.
"Keselamatan setiap insan BRI adalah prioritas absolut, namun sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat, kami juga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan layanan kepada nasabah tidak terhenti lama pasca-bencana. Pelatihan ini adalah jembatan yang menghubungkan antara keselamatan jiwa dan keberlanjutan layanan," ujar Yandi Suryandi dalam keterangannya.
Simulasi ini bukan sekadar agenda seremonial. Skenario dibuat serealistis mungkin untuk menguji dan membangun respons yang cepat serta tepat dari seluruh karyawan.
Begitu alarm tanda gempa berbunyi, para pekerja secara sigap mempraktikkan prosedur standar keselamatan internasional, yakni berlindung di bawah meja atau perabotan kokoh lainnya dengan teknik drop, cover, and hold on.
Setelah guncangan dinyatakan mereda, proses evakuasi terstruktur segera dilakukan. Para karyawan dibimbing untuk bergerak secara tenang dan teratur melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan menuju titik kumpul (assembly point) yang berada di area aman dan terbuka.
Baca Juga: BRI Dukung Komunitas Hiking, Burjo Ngegas Gombel Hadirkan Ruang Kolaborasi Positif
Tidak hanya itu, simulasi juga mencakup skenario penanganan pertama pada korban luka, melatih tim internal untuk memberikan pertolongan darurat sebelum bantuan medis profesional tiba di lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
BRILink Agen BRI Buka Peluang Ekonomi, Mitra di Rembang Layani hingga 100 Transaksi per Hari
-
Kader Gerindra Semarang Geruduk Polrestabes, Desak Kasus Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas!
-
Wagub Taj Yasin Minta Baznas-Lazismu Sinergi Ikut Entaskan Kemiskinan
-
Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim
-
Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School