SuaraJawaTengah.id - Warga Dusun Kurahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur melakukan ritual sedekah bumi di puncak Punthuk Setumbu.
Kepala Dusun Kurahan, Nuryazid mengatakan sedekah bumi menjadi wujud sukur masyarakat atas berkah Tuhan. Wisata Punthuk Setumbu telah memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Masyarakat kelurahan yang ketempatan objek wisata ini melakukan sedekah atau syukuran. Masyarakat sudah menikmati berkah dari Allah, bahwa Punthuk Setumbu bermanfaat untuk masyarakat,” kata Nuryazid disela acara sedekah bumi, Senin (16/11/2020).
Menurut Nuryazid, tradisi sedekah bumi di Punthuk Setumbu diadakan setiap 2 tahun sekali. Diadakan sekitar bulan Oktober atau November yang jatuh bertepatan pada hari pasaran Senin Legi.
Sebelum Punthuk Setumbu dibuka sebagai objek wisata, warga biasanya membawa kupat ke puncak bukit untuk didoakan dan kemudian dimakan bersama.
Setelah Punthuk Setumbu dijadikan tempat wisata, ritual sedekah bumi dikemas dalam atraksi wisata dan budaya.
“Dulu tempat ini digunakan untuk menggembala. Jadi tiap hari Senin Legi mereka naik ke puncak punthuk membawa kupat dan dimakan bersama-sama,” ujar Nuryazid.
Ritual sedekah bumi warga Dusun Kurahan, dimulai dengan mengarak gunungan hasil bumi menunju puncak bukit. Sesampainya di puncak bukit, warga mengelar doa bersama.
Ritual ditutup dengan makan bersama atau kembul bujana. Warga kemudian mengambil hasil bumi dari gunungan.
Baca Juga: Antisipasi Erupsi Gunung Merapi Candi Borobudur Ditutup
“Gunungan itu sebagai bentuk rasa sukur. Hasil bumi itu diserahkan untuk mendoakan orang tua dan sesepuh yang sudah mendahului kita,” ujar Nuryazid.
Nuryazid berharap, kegiatan budaya ini dilestarikan oleh generasi muda. Memberi kesadaran kepada generasi muda bahwa orang-orang tua telah lebih dulu melaksanakan kediagatan serupa.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Pawon Luwak Coffee Jaga Kualitas Kopi Tradisional untuk Edukasi
-
Dilengkapi Terowongan, Proyek Tol Jogja-Bawen Telan Biaya Rp14,26 Triliun
-
Antisipasi Kenaikan Status Merapi, Pemkab Magelang Tambah Posko Pengungsian
-
Enam Langit Magelang Tawarkan Wisata Kuliner Dengan Panorama Enam Gunung
-
Terapkan Jaga Jarak, BPBD Magelang Bangun 1.015 Bilik Pengungsian
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo