SuaraJawaTengah.id - Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengklaim mempunyai bukti berupa rekam jejak digital Facebook. Frans Josua Napitu pada 8 Juli 2020 terbukti ikut simpatisan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dekan Fakultas Hukum Unnes, Rodiyah mengatakan, pihaknya telah mengantongi barang bukti berupa rekam jejak digital Frans. Bukti tersebut ia jadikan alasan memberikan hukuman kepada Frans Josua Napitu
"Kita punya barang bukti berupa rekam jejak digital di Facebook," jelasnya kepada Suara.com, Rabu (18/11/2020).
Menurutnya, selama ini pihak kampus sudah memberikan pembinaan akademik dan moral karakter kepada Frans Josua Napitu sesuai tugas dan fungsi yang diatur dalam perundang-undangan.
"Padahal kita susah memberikan pembinaan akademik kepada saudara Frans Josua Napitu," ujarnya.
Hal berbeda dikatakan Frans Josua Napitu. Menurutnya, tuduhan bahwa ia menjadi simpatisan OPM itu tak benar. Isu tersebut hanya pengalihan isu setelah ia melaporkan Rektor Unnes ke KPK.
"Tak benar saya simpatisan OPM, apalagi buktinya hanya berupa postingan di media sosial," ujarnya.
Meski begitu, ia membenarkan jika dirinya memang pernah melakukan aksi demontrasi bersama mahasiswa Papua namun konteksnya berbeda. Saat itu tak hanya mahasiswa Papua saja namun ada elemen masyarakat yang lain.
"Aksi demonstrasi itu memperjuangkan tindakan rasisme yang dialami warga Papua. Saya tak mengerti kenapa saya malah difitnah ikut simpatisan OPM," ucapnya.
Baca Juga: KPK Sayangkan Mahasiswa Pelapor Rektor Unnes Dikembalikan ke Orang Tua
Frans menambahkan, sampai saat ini ia tak pernah menjadi simpatisan OPM. Bahkan, dirinya tak pernah sekalipun bersentuhan dengan OPM.
"OPM bentuknya dan seperti apa orangnya saja saya tak tau," imbuhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
-
Dituduh Simpatisan OPM, Mahasiswa Unnes Tantang Dekan Debat Terbuka
-
Mahasiswa Unnes Ini Dituduh Terlibat OPM, Begini Isi Suratnya
-
KPK Usut Laporan Mahasiswa Frans Napitu soal Dugaan Korupsi Rektor Unnes
-
Setelah Laporkan Rektor ke KPK, Mahasiswa Unnes Dihukum Diduga Terlibat OPM
-
Mahasiswa Laporkan Rektor Dijatuhi Sanksi, KPK: Harusnya Dapat Penghargaan
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Jelang EPA U-19, Kendal Tornado FC Youth Simulasi Jadwal Kompetisi
-
Kecelakaan Maut di Blora! Truk Rem Blong Tabrak 5 Motor, Satu Orang Tewas
-
Horor di Tol Semarang-Solo! Tronton Diduga Rem Blong Hantam 2 Truk, 1 Tewas di Tempat
-
Naik Vespa, Taj Yasin Tinjau SPBU untuk Pastikan Ketersediaan BBM di Jateng Aman Jelang Lebaran
-
Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca di Semarang, Potensi Hujan Lebat Disertai Petir