SuaraJawaTengah.id - Kebijakan beberapa daerah untuk menutup tempat pariwisata pada libur tahun baru, membuat pemasukan perusahaan hotel di Jawa Tengah benar-benar surut. Pasalnya, sekitar 85 hotel di Jateng terpaksa gulung tikar.
Sekjen BPD PHRI Jateng, Yantie Yulianti mengatakan, sejak bulan April beberapa hotel di Jateng sudah mulai tutup karena tak ada tamu yang menginap. Karena pelanggan sepi, beberapa hotel juga terpaksa merumahkan karyawannya.
"Kita rata-rata minimal 80 pelanggan yang menginap, namun saat ini kalau ada 5 pelanggan yang menginap itu sudah Alhamdulillah banget," jelasnya kepada suara.com, Senin (28/12/2020).
Nasib industri hotel di Jateng semakin diujung tanduk lantaran Pemerintah Provinsi mengeluarkan syarat bagi pendatang untuk rapid test antigen. Ia menyebut, banyak perusahaan hotel yang kecewa dengan kebijakan tersebut.
"Iya kemarin banyak yang kecewa, banyak calon pengunjung yang membatalkan pesanannya," ujarnya.
Ia mencontohkan, banyak perusahaan hotel yang rugi di Solo lantaran banyak yang membatalkan pesanan. Berdasarkan laporan yang ia Terima, angka kerugian hotel di Solo yang diakibatkan pembatalan pesanan mencapai Rp500 juta.
"Jadi itu hanya satu tempat saja ya. Tingak kerugiaannya sebesar itu. Belum lagi kita hitung di daerah-daerah yang lain," imbuhnya.
Bagi industri hotel di Jateng, bulan Juli dan Desember merupakan masa-masa panen. Banyak pengusaha hotel yang berharap agar pemerintah melonggarkan aturan.
"Bulan-bulan ini itu waktunya panen kan, kan berbulan-bulan kita tak ada penghasilan. Niatnya libur akhir tahun ini untuk menambal biaya di bulan-bulan sebelumnya. Namun, banyak pengunjung yang membatalkan pesanannya," ucapnya.
Baca Juga: Menara Sutet Roboh di Unggaran Jawa Tengah
Ia menyebut, setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan harus rapid test antigan calon pelanggan beberapa hotel di Jateng langsung banyak yang membatalkan pesannya.
"Makannya, akhir tahun ini diprediksi menjadi panennya hotel-hotel di Jateng, namun tahun ini tak berlaku. Namun kembali lagi, Pemda yang berwenang. Kami berharap agar hotel-hotel dilonggarkan," imbuhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
Terkini
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan
-
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
-
7 Mobil Bekas Cocok untuk Keluarga Harga Rp120 Jutaan, Nyaman dan Irit Bensin!
-
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami
-
Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Meriahkan Fun Run HUT PPSDM Migas Cepu ke-60