SuaraJawaTengah.id - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyiapkan program Jateng di Rumah Saja untuk menekan kasus Covid-19. Bupati Batang Wihaji tak serta merta setuju dengan kebijakan itu.
Wihaji menilai kebijakan yang akan diterapkan pada akhir pekan tersebut bisa mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.
"Saya berpihak pada mereka untuk bisa berativitas, kecuali masyarakat yang tidak beraktivitas ekonomi saya persilakan," kata Wihaji, Selasa (2/2/2021).
Wihaji mengaku mendukung kebijakan dua hari di rumah saja yang dicetuskan Ganjar Pranowo. Namun pihaknya akan menerapkan dengan cara berbeda agar tak mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha yang biasanya ramai pembeli pada hari Sabtu dan Minggu.
Apalagi, kata Wihaji, perekonomian masyarakat di masa pandemi sudah sangat sulit, sehingga perlu kebijakan yang tepat agar tak semakin menyulitkan masyarakat.
"Batang akan punya gaya yang berbeda menyesuaikan kondisi lokal. Terpenting hari ini fokus penerapan protokol kesehatan. Ekonomi jalan, kasus berkurang," tandasnya.
Menurut Wihaji, pihaknya akan lebih mengintensifkan lagi Satgas Covid-19 dalam menggelar operasi yustisi masker agar masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan (prokes).
Selain itu, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan membatasi jam operasional dan pengunjung warung makan, restoran, serta tempat wisata.
"Kuncinya di protokol kesehatan lebih ke masker dan cuci tangan. Apa gunanya dua hari di rumah saja kalau hari berikutnya tidak patuh protokol kesehatan. Justru menunggu hari saja akan muncul masalah baru," ucapnya.
Baca Juga: Tim WHO Sambangi Rumah Sakit Hewan di Wuhan, Apa yang Ditemukan?
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyiapkan program Jateng di Rumah Saja untuk menekan kasus Covid-19 yang terus meningkat meski sudah diterapkan PPKM.
Ganjar menyatakan sedang menyiapkan surat edaran terkait pelaksanaan Jateng di Rumah Saja di daerah-daerah. Rencananya kebijakan itu akan mulai dilaksanakan pada 6-7 Februari 2021.
"Hasil rapat dengan para Sekda dan alhamdulillah sebagian besar setuju. Kira-kira kita siap di tanggal 6-7 untuk melakukan gerakan di rumah saja secara bersama-sama," ucap Ganjar di Semarang, Selasa (2/2/2021).
Dalam edaran itu, kata Ganjar, tempat-tempat keramaian nantinya akan diminta tutup pada 6-7 Februari 2021. "Hanya dua hari saja tempat-tempat keramaian, pariwisata, toko, pasar kita istirahat dulu. Nah nanti kesempatan kita semprot semuanya biar sekalian bersih," jelasnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Naik BRT Bisa Dapat Diskon Wisata, Dusun Semilir Hadirkan Inovasi Transportasi-Pelancongan di Jateng
-
Strategi Jateng Tumbuhkan Ekonomi Desa Melalui Ekosistem MBG
-
Jelang Dieng Culture Festival 2026, Pengelola Homestay Diingatkan Jangan Naikkan Tarif Berlebihan
-
10 Hari Ini Gratis, Jateng Fair 2026 Pamer Inovasi, Investasi, dan Hiburan di PRPP
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa dapat Emas, Cek Daftar Pemenangnya di Sini