SuaraJawaTengah.id - Sedulur sikep memang tak lepas dari ajaran samin atau kelompok dengan kepercayaan penghayat. Kelompok ini memang tak banyak yang tahu. Selain di Blora, sedulur sikep juga ada di Kabupaten Kudus.
Seorang Tokoh Sedulur Sikep Kudus, Budi Santosa menceritakan perjalanan ajaran Samin yang berada di Desa Larikrejo RT2/RW1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Ia mengisahkan, sebagaimana ajaran Samin Surosentiko atau dikenal masyarakat luas sebagai Saminisme bisa diamalkan segelintir masyarakat di Kota Kretek. Seperti di Larikrejo, Kaliyoso, Karangrowo, dan Kutuk yang masuk wilayah Kecamatan Undaan.
Budi menyebut, ada sekitar 10-18 kepala keluarga (KK) di Larikrejo yang menjadi pengikut penghayat kepercayaan tersebut. Hanya saja, dari jumlah tersebut ada pengikut yang aktif dan juga pasif.
“Mayoritas bermata pencarian sebagai petani. Meski ada pula yang menjadi kuli bangunan, perantauan, dan berjualan juga,” ujarnya, Senin (8/3/2021).
Budi menjelaskan, jika ajaran Sedulur Sikep lebih menekankan local wisdom masyarakat Jawa, interaksi antar sesama manusia dan berselaras dengan alam atau sering kita sebut dengan kearifan lokal.
“Sejarah sikep itu bukan tertulis, tetapi melalui budaya tutur. Sehingga pemahaman masing-masing orang sedikit berbeda, khususnya ajaran-ajaran yang diyakini,” terangnya.
Jika diruntut berdasarkan alur ketokohan, kakek buyut Budi Santosa yang kali pertama memeluk Sikep yang berakar dari Agama Adam.
“Kakek buyut Surongaden dari ibu, itu murid langsung Mbah Samin Surosentiko, saat itu belajar langsung di Blora. Sementara kakek buyut dari Bapak, itu setelahnya Mbah Buyut Rodiwongso, setelah Surosentiko ditangkap Belanda, wewahyu diturunkan kepada menantunya Mbah Surokidin. Itu awal ajaran Sikep ada di Kudus,” ungkapnya.
Baca Juga: Setelah Kebakaran, Sebagian Pedagang Pasar Kliwon Mulai Jualan Lagi
Ia membeberkan, ajaran Sikep jauh sudah ada sebelum era kolonialisme masuk ke Nusantara. Hanya saja, masyhur saat Samin Surosentiko melakukan perlawanan tanpa menyakiti terhadap penjajah.
Mengingat, ajaran Sikep meneruskan apa yang menjadi ajaran warisan leluhur orang Jawa.
“Sebenarnya ajaran Sikep ini, setahu orang umum kan ada di era pergerakan melawan Belanda. Artinya ajaran kerohanian, ajaran Genah Dunungeng Roso, Ngerteno Mulo Sangkan Paranging Dumadi, Gumelare Jagad Sepisanan Jagad Sing Awang-Awang Uwung-Uwung itu sudah ada, bukan di eranya Belanda,” jelasnya.
Ada kaitannya, kenapa Samin atau Wong Sikep saat itu melawan Belanda. Karena bangsa eropa menginjakkan kaki di tanah Jawa berkeinginan untuk menguasai dan merebut semua Sumber Daya Alam (SDA) yang ada.
“Ada dasarnya. Belanda di sini menjajah tanah Hyang Buyut (nenek moyang)-nya orang Jawa, maka harus dijaga. Ibarat kita yang punya rumah, jangan sampai diatur tamu,” ucapnya.
Lantara ajaran Sikep meyakini semua manusia di dunia adalah saudara. Sehingga bentuk perlawanannya tidak dengan mengangkat senjata, tetapi lebih pada laku keseharian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Kejurnas Sprint Rally Dongkrak Pengembangan Sport Tourism Jawa Tengah
-
Tumbuhkan Kesadaran Ekologis, Taj Yasin Ajak Ratusan Santri Tanam Mangrove di Rembang
-
Stafsus Menag Hubungi Ahmadiyah, Dalami Pembubaran Paksa Kemah di Karanganyar
-
Program Mageri Segoro, Ikhtiar Bersama Menjaga Masa Depan Pesisir Jateng
-
Camping Anak Ahmadiyah di Karanganyar Dibubarkan, SETARA Institute: Polisi Jadi Saksi Bisu