SuaraJawaTengah.id - Petugas gabungan melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa malam (6/4/2021). Puluhan barang terlarang ditemukan di dalam sel.
Razia mulai pukul 20.00 WIB tersebut melibatkan puluhan petugas gabungan dari lapas, Polres Tegal dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal. Petugas menyisir dan menggeledah satu per satu sel yang ditempati narapidana dan tahanan atau warga binaan di empat blok.
Dari penggeledahan yang berlangsung selama sekitar dua jam, petugas gabungan mendapati puluhan barang terlarang dan berbahaya yang disimpan warga binaan, di antaranya pisau cutter, senjata tajam yang dibuat dari logam dan korek api atau kerap disebut sikim, kartu domino, kawat, dan kabel.
Selain menggeledah seluruh sel yang dihuni total 339 warga binaan, petugas dari BNN juga melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan dan petugas lapas.
Kepala Lapas Klas IIB Slawi, Mardi Santoso mengatakan, razia bersama tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 Tahun 2021.
"Ini termasuk salah satu perintah dari Dirjen Pemasyarakatan dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan untuk melakukan penggeledahan serentak malam ini," kata Mardi usai razia.
Mardi mengungkapkan, penggeledahan menemukan empat buah cermin, satu set kartu domino, 10 buah paku, 46 buah sikim, satu buah pisau cutter, satu buah gunting, empat buah alat cukur jenggot, satu gulung kabel, empat buah cangkir keramik, tiga buah amplas, dua buah sendok dan enam buah kawat.
"Semua itu termasuk barang-barang terlarang. Untuk saat ini kita belum dapat HP. Ini yang real, yang terjadi. Jadi saya tidak ada istilahnya sandiwara, saya tidak suka," tandas Mardi.
Menurut Mardi, razia bersama yang digelar juga merupakan bentuk sinergisitas antara Lapas Klas IIB Slawi, Polres Tegal dan BNN Kota Tegal dalam upaya bersih-bersih lapas dari peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Klaster Senam di Kabupaten Tegal Bertambah Jadi 46 Orang
"Sinergi yang sudah terbangun ini akan terus berjalan. Kami akan terus bersinergi dengan Polres, BNN. Minimal tiga bulan sekali kita lakukan penggeledahan bersama agar tidak ada peredaran dan penggunaan narkoba di dalam lapas," ujarnya.
Kasubbag Umum BNN Kota Tegal, Mukti Ali mengungkapkan, terdapat 25 orang yang dilakukan tes urine secara acak. Mereka terdiri dari 15 warga binaan dan 10 petugas lapas.
"Hasilnya seluruhnya negatif. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan Lapas Slawi yang bersih narkoba. Artinya tidak ada penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan lapas, tidak hanya warga binaan saja tapi juga pegawainya," ujar dia.
Kabag Ops Polres Tegal, Kompol Heriyanto menyebut 22 personel dikerahkan untuk membantu lapas melakukan penggeledahan sel warga binaan.
"Personel dari perintis, intel, reskrim dan narkoba kami kerahkan untuk melakukan penggeledahan sehingga betul-betul tidak ada barang-barang yang terkait dengan pelanggaran pidana," ujarnya.
Kontributor : F Firdaus
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya
-
Dinkes Semarang Temukan Dugaan Pelanggaran SOP MBG, Penyebab Keracunan 707 Siswa Masih Diteliti
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis