“Amdal-nya disatukan dengan proyek pembangunan Bendungan Bener. Seharusnya terpisah,” kata Nawaf.
Gempa Dewa pernah melaporkan sejumlah pihak termasuk Gubernur Jawa Tengah ke Ombudsman RI Perwakilan Jateng atas dugaan maladministrasi rencana penambangan batu andesit di Desa Wadas.
Kuasa hukum warga, Nur Rohman, mengatakan pihak yang dilaporkan diantaranya Gubernur Jateng yang mengeluarkan surat keputusan izin peruntukan lahan (IPL), Balai Besar Wilayah Sungai Opak-Serayu ( BBWSO) sebagai pemrakarsa bendungan, PT. Pembangunan Perumahan (PP) selaku pemenang paket tiga terkait penambangan, dan PT. Viratama yang menerima sub kotrak proyek dari PT. PP.
Dugaan maladministrasi karena rencana penambangan batu andesit tanpa melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Dalam amdal juga tercantum tidak ada warga yang menolak, tapi kenyataannya sebaliknya.
Baca Juga: Warga Wadas Purworejo Ribut dengan Aparat, PKB Minta Gubernur Turun Tangan
Laporan warga diterima Asisten Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan Ombudsman RI Perwakilan Jateng, Nafi Al Rasyid. Ombudsman selanjutnya akan melakukan verifikasi terkait syarat formil laporan, sebelum dilanjutkan verifikasi materil laporan.
“Ini daerah rawan bencana. Kemarin pas hujan di tebing-tebing pinggir jalan kan banyak yang longsor juga. Daerah perbukitan. Masalahnya nanti ini (teknik penambangan) di-blasting juga kan. Takutnya di situ juga nanti longsor,” kata Nawaf Syarif Nawawi, pemuda Desa Wadas yang aktif menolak penambangan.
Benarkah Desa Wadas berada di kawasan rawan bencana, sehingga tidak layak dijadikan lokasi penambangan?
Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo secara topografis berada di Perbukitan Menoreh. Sebagian besar lahan ada di sudut kemiringan terjal dengan jenis batuan beku yang bagian luarnya sedang melapuk menjadi tanah.
Tingkat pelepasan batuan sangat tinggi sehingga potensial menjadi longsor. Berdasarkan Peta Kemiringan Lereng Lembar Purworejo (2004) yang dikeluarkan Bappeda Kab Purworejo, dari 28 desa di Kecamatan Bener, sebagian besar bertopografi miring hingga sangat terjal.
Baca Juga: Polisi dan Warga Bentrok di Desa Wadas, YLBHI: Pelanggaran Hukum Serius
Kecamatan Bener merupakan salah satu dari 6 kecamatan yang rawan bencana longsor lahan di Kabupaten Purworejo.
Berita Terkait
-
Silsilah Keluarga Yuli Hastuti, Cabup Termiskin di Indonesia yang Membangun Dinasti
-
Berapa Kekayaan Cabup Purworejo Yuli Hastuti? Viral Usai Disebut Calon 'Termiskin'
-
Curiga Ada yang Menutupi, Legislator PKB Minta Kapolri Turun Tangan Kasus Pemerkosaan Kakak Adik di Purworejo
-
Kronologi 13 Orang Perkosa Anak di Bawah Umur di Purworejo, Hotman Paris Turun Tangan
-
Sosok Yuli Hastuti, Bupati Termiskin di Indonesia: Tak Punya Tanah dan Rumah Pribadi, Total Kekayaan Cuma Rp 367 Juta
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025