Muhammad Nursa’ban, dalam judul penelitian: “Identifikasi Kerentanan dan Sebaran Longsor Lahan Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo”, merilis data bahwa Desa Wadas termasuk berpotensi tinggi dilanda longsor.
Desa Wadas sama seperti Desa Cacaban Lor, Kedungloteng, Pekacangan, Kaliwader, dan Cacaban Kidul, memiliki kandungan tanah latosal dan alluvial dengan jenis batuan andesit.
Sudut kemiringan lahan di Desa Wadas antara 0-15 derajat. Sehingga mayoritas lahan di Desa Wadas termasuk rawan longsor.
Sosialisasi Terkesan Dipaksakan
Baca Juga: Warga Wadas Purworejo Ribut dengan Aparat, PKB Minta Gubernur Turun Tangan
Azim Muhammad menjelaskan pihak BBWSO pernah melakukan kunsultasi publik rencana penambangan batu di Desa Wadas. Namun tidak seperti yang dibayangkan, konsultasi itu lebih pada verifikasi kepemilikan tanah, bukan dialog.
Belum pernah ada sosialisasi ganti rugi?
“Belum. Pihak appraisal belum. Karena kami memang menolak, nggak mau merundingkan itu,” kata Azim.
“Semua warga diundang. Warga tahunya konsultasi publik itu dua arah. Mereka nanya, kami juga nanya. Ini kami seperti tidak dikasih waktu untuk bertanya. Bukan dialog. Monolog itu. Akhirnya deadlock kembali.”
Terakhir, sosialisasi rencananya akan dilakukan pada 22 Februari 2021. Namun kembali gagal karena warga menolak pertemuan.
Baca Juga: Polisi dan Warga Bentrok di Desa Wadas, YLBHI: Pelanggaran Hukum Serius
“Kemudian ada pernyataan dari pihak BBWSO bahwa akan pindah alternatif lokasi jika warga masih bersikukuh menolak. Kemudian ada rencana dikaji ulang dan lain sebagainya. Tapi nyatakanya tidak pernah terjadi itu semua,” ujar Azim.
Berita Terkait
-
Silsilah Keluarga Yuli Hastuti, Cabup Termiskin di Indonesia yang Membangun Dinasti
-
Berapa Kekayaan Cabup Purworejo Yuli Hastuti? Viral Usai Disebut Calon 'Termiskin'
-
Curiga Ada yang Menutupi, Legislator PKB Minta Kapolri Turun Tangan Kasus Pemerkosaan Kakak Adik di Purworejo
-
Kronologi 13 Orang Perkosa Anak di Bawah Umur di Purworejo, Hotman Paris Turun Tangan
-
Sosok Yuli Hastuti, Bupati Termiskin di Indonesia: Tak Punya Tanah dan Rumah Pribadi, Total Kekayaan Cuma Rp 367 Juta
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025