Budi Arista Romadhoni
Rabu, 05 Mei 2021 | 15:14 WIB
Pengunjung memadati Blok A Pasar Pagi Kota Tegal untuk berbelanja persiapan lebaran, Rabu (5/4/2021). [Suara.com/F Firdaus]

SuaraJawaTengah.id - Pasar Pagi Kota Tegal dipadati pengunjung sekitar sepekan menjelang lebaran. Ramainya pengunjung menimbulkan kerumunan di dalam pasar tradisional terbesar di Kota Bahari itu.

Pantauan Suara.com di‎ Blok A yang berada di lantai dua pasar, Rabu (5/4/2021), ratusan pengunjung terlihat memadati lorong pasar dan kios pedagang yang menjual pakaian. Mereka harus berdesak-desakan saat akan berbelanja untuk persiapan lebaran.

‎Selain mengabaikan jaga jarak, sejumlah pengunjung tampak ada yang tidak memakai masker dengan benar. Masker diturunkan hingga leher atau dagu sehingga tidak menutupi mulut dan hidung.

Tak hanya pengunjung, sejumlah pedagang juga ada yang tidak memakai masker saat sedang melayani maupun menunggu pembeli.

Salah satu pedagang pakaian, Ovi, 25, beralasan tidak memakai masker supaya suaranya terdengar saat sedang proses tawar-menawar dengan pembeli.

‎"Ya takut (tertular Covid-19) sebenarnya, tapi mau gimana lagi, kan kita lagi tawar-menawar‎, kadang gak kedengeran orangnya sehingga masker dilepas‎," ujarnya.

‎Menurut Ovi, mayoritas pengunjung pasar memakai masker karena hal itu diwajibkan ketika akan masuk ke dalam pasar.

"Jarang yang tidak pakai masker‎, pengunjung pasti pakai masker‎. Di depan juga ada trantib (petugas keamanan pasar). Wajib pakai masker dan cek suhu," ucapnya.

‎Ovi yang berjualan baju gamis menyebut jumlah pembeli meningkat 30 persen menjelang lebaran. Meski demikian, jumlahnya tak sebanyak saat lebaran sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kerumunan di Pasar Tanah Abang Runtuhkan Jerih Payah Kendalikan Pandemi

"Kalau lebaran sebelum ada corona pengunjung lebih ramai, tidak sampai longgar. Tapi lebaran tahun ini memang lebih mendingan daripada lebaran tahun lalu pas awal-awal ada corona," ungkapnya.

Pada lebaran sebelum pandemi Covid-19 melanda, Ovi mengaku bisa mendapat omzet minimal Rp5 juta per hari. Sedangkan menjelang lebaran tahun ini omzet yang didapat paling banyak Rp3 juta per hari.

"Sekarang omzet Rp3 juta itu sudah paling ramai. Kalau hari-hari biasa paling sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta," ujarnya.

Load More