Ronald Seger Prabowo
Rabu, 05 Mei 2021 | 15:38 WIB
Ketua Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Semarang, Mahmudi Haryono. [dok]

SuaraJawaTengah.id - Sejumlah kaum milenial yang terjerumus pada paham radikalisme hingga terorisme memantik keperihatinan Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Semarang.

Seperti diketahui. pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami-istri yang lahir pada 1995. Usia muda yang termasuk kategori milenial.

Peristiwa bom bunuh diri di Makassar tersebut memberikan lampu kuning jika generasi milenial sangat rentan terpapar paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

Ketua Persadani Semarang, Mahmudi Haryono mengajak masyarakat Jawa Tengah khususnya generasi muda dan kaum milenial bersama-sama menolak paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi di Jateng.

“Saya mengajak warga Jateng, khususnya kaum milenial menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme dan intoleransi di wilayah Jawa Tengah,” tegas Mahmudi Haryono alias Yusuf, Rabu (5/5/2021).

Dia memaparkan, salah satu akses penyebaran paham radikalisme di Indonesia salah satunya bersumber dari media sosial (medsos). Target atau sasaran penyebaran paham ini terhadap generasi milenial.

"Kaum milenial sangat rentan terhadap paparan paham radikalisme dan terorisme. Ini jadi perhatian dari pemerintah agar generasi milenial rentang usia 17-24 tahun tidak terjerumus dalam paham radikalisme dan terorisme," tegasnya.

Bersama kaum milenial, Yusuf mengajak agar mendukung langkah Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mencegah dan menangkal demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Mari bersama-sama menangkal kegiatan yang mengarah pada radikalisme, intoleransi dan terorisme. Mendukung Polda Jateng mencegah, khususnya para kaum milenial. Torelansi yes, radikalisme no. Ciptakan masyarakat yang aman, damai, dan sejuk di Jateng,” pungkas Yusuf.

Baca Juga: Novel Disebut Tak Lulus, Pegawai KPK Akui Dikasih Soal-soal Radikalisme

Load More