SuaraJawaTengah.id - Seorang pasangan suami istri (pasutri) di Kota Semarang viral karena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Dilansir dari Ayosemarang.com, beberapa waktu yang lalu di Kota Semarang viral sebuah video yang menunjukan seorang pria melayangkan tendangan kepada perempuan dan seorang balita. Sosok di video tersebut akhirnya didamaikan oleh Polrestabes Kota Semarang.
Cara yang dilakukan oleh Polrestabes adalah dengan restorative justice, yakni sebuah pendekatan yang bertujuan untuk membangun sistem peradilan pidana yang peka tentang masalah korban.
Kejadian yang membuat geger jagat dunia maya itu terjadi di Indekos yang berada di Kelurahan Bulu, Kecamatan Semarang Utara pada Rabu 26 Mei 2021. Perlakuan kekerasan dilakukan pukul 15.30 WIB.
Perempuan yang mendapat kekerasan itu bernama Mugi Wulansari (23). Dia punya anak balita yang masih berusia 2,5 tahun. Mugi dan anaknya ditendang oleh Dadang Teguh S (25) yang merupakan suami sirinya.
Kejadian bermula ketika kedua pasutri tersebut berselisih. Saat tengah bertikai Danang mendapat pukulan dengan menggunakan sapu.
Danang yang tidak terima dengan perlakuan tersebut membalas balik. Alhasil Danang melayangkan tendangan ke Mugi.
"Yang ditendang bukan balitanya, tapi ibunya," ucap Kapolrestabes Semarang saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang pada Jumat (28/5/2021).
Akibat tendangan itu, Mugi mendapat luka memar di pinggang. Kemudian anaknya juga menerima luka lecet pada bagian lutut.
Baca Juga: Tak Hanya Palembang, Ternyata Juga ada Pempek Khas Asli Semarang
Irwan melanjutkan, setelah kejadian itu petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada hari itu juga. Pelaku ditangkap saat pulang kerja di Ekspedisi Cobra Jalan Kokrosono, Kota Semarang pada pukul 22.30.
Perkara memang sudah diselelsaikan secara damai.
Namun hubungan keduanya harus diakhiri dan Wulan akan kembali ke suaminya lamanya yang bernama Teguh dan punya hak asuh anak karena masih memerlukan ASI.
"Tidak menutup kemungkinan bagi sang ayah (Teguh) untuk berkunjung," sambungnya.
Sementara Danang mengaku pertengkaran itu dipicu karena masalah ekonomi kemudian emosi. Ditambah tak terima lantaran dipukul Wulan menggunakan sapu.
"Terima kasih kepada kepolisian yang ikut membantu menyelesaikan masalah kami, perpisahan memang jalan baik bagi kami," ucap Danang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat
-
Semen Gresik Konsisten Salurkan Beasiswa Prasejahtera kepada 120 Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri
-
Sokong MBG, Taj Yasin Minta SPPG Belanja Telur dari Peternak Lokal
-
Pemprov Jateng Buka Ribuan Kursi Sekolah Gratis, Sasar Anak Keluarga Kurang Mampu
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Sumur Bor JadI Solusi Petani Tak Gagal Panen saat Kemarau