SuaraJawaTengah.id - Kehidupan keras membuat Suwanto, penyandang disabilitas asal Kota Semarang itu mempunyai tekat yang besar. Keterbatasan yang dia miliki tak menghalangiya untuk meraih apa yang dia inginkan dengan mandiri.
Tekat besar Suwanto mulai terbentuk sejak dia kesulitan menemukan bengkel yang bersedia servis kendaraan roda tiga yang biasa dia gunakan. Kebanyakan bengkel yang dia datangi menolak karena motor yang digunakannya lebih ribet.
Untuk itu, dia mempunyai keinginan untuk bisa menjadi montir atau tukang bengkel spesiais kendaraan untuk orang dengan kebutuhan khusus atau defabel. Namun, untuk menjadi tukang bengke ternyata tak mudah.
Bertahun-tahun dia harus bekerja keras belajar soal dunia otomotif. Tak terhitung kegagalan yang dia alami ketika belajar di dunia otomotif. Selain peralatan yang tak lengkap, ilmu otomotif yang dia dapatkan saat ini juga dia peroleh dengan cara otodidak.
"Dulu tak ada yang ngajarin, semua ilmu ini saya peroleh dengan cara otodidak. Hanya titen saja bertahun-tahun," jelasnya saat ditemui di rumahnya yang terletak di Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semrang, Senin (31/5/2021).
Hasil dari kerja kerasnya, kini dia sudah mempunya bengkel sepeda motor spesialis roda tiga yang diberi nama Compac Motorcycle. Meski tak besar, bengkel itu sudah bertahan hingga 15 tahun sampai saat ini.
"Teman-teman defabel kalau mau modif atau buat sepeda motor roda tiga pada ke bengkel ini," ujarnya.
Penamaan bengkel Compac sendiri diambil dari kalimat Komunitas Motor Penyandang Cacat. Sampai pada tahap ini dia nersyukur. Meski belum mempunyai banyak kariyawan, setidaknya dia bisa hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain.
"Dengan modif motor roda tiga ini penyandang disabilitas juga bisa hidup mandiri," paparnya.
Baca Juga: Bersiap! Kota Semarang Bakal Tampung Pasien Covid-19 Asal Kudus
Untuk memodifikasi kendaraan, Suwanto mematok tarif Rp4-8 jutaan. Menurutnya, biaya yang agak tinggi itu sudah sepadan, karena banyak fitur tambahan yang diperlukan untuk mengubah motor roda dua menjadi roda tiga.
Beberapa fitur itu, salah satunya gardan, komponen yang memungkinkan motor mundur otomatis. Bagi penyandang disabilitas, fitur ini tentu sangat penting.
"Selain itu juga harus menambahkan tiga rem cakram pada motor untuk keamanan pengendara," paparnya.
Tak hanya memodifikasi, Compac Motorcycle juga menerima perbaikan dan perawatan rutin motor laiknya kebanyakan bengkel motor. Dalam sebulan, pendapatannya nggak pasti. Namun, dia mengaku biasanya melayani sekitar 10 orang pelanggan selama itu.
"Motor-motor biasa juga ada yang servis di sini namun memang didominasi motor roda tiga milik penyandang disabilitas," ucapnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
ORI030 Resmi Ditawarkan, BRI Buka Akses Investasi Mulai Rp1 Juta
-
Ironi Hari Pertama Sekolah, SD Negeri di Semarang Hanya Ada Tiga Murid Baru
-
Usai OTT KPK, Ahmad Luthfi Gerak Cepat Tunjuk Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Sukoharjo
-
Drama Brankas di Kota Jamu: Ketika 'Setoran' Berakhir dengan Rompi Oranye
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Minimnya Hilirisasi, Usulkan Cold Storage di Pelabuhan Cilacap