SuaraJawaTengah.id - Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap budidaya ganja di Brebes, Jawa Tengah. Setidaknya 200 batang ganja hidup dalam pot diamankan.
Salah satu tersangka diketahui pria asal Brebes, berisinial SY (36). SY diperintahkan UH menanam dan merawat ganja di lantai dua sebuah rumah di Brebes Jawa Tengah.
UH merupakan investor dalam budidaya tumbuhan haram ini. Jika ganja berhasil tumbuh dan siap panen SY dibayar Rp 100 ribu perpotnya.
"SY sebagai tukang tanam di mana yang bersangkutan pernah diberi uang 550rb dan apabila berhasil ataupun panen satu pot dikasih biaya upah Rp100 ribu satu pot," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo di Mabes Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).
Saat penggerebekan sebenarnya didapati 300 pot ganja, namun yang berhasil tumbuh sebanyak 200 pot, sementara 100 pot lainnya mati dan belum tumbuh.
Kasus ini pun terungkap saat Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang pria berinisial TM di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 4 Juni 2021. Dari tangannya didapati 3,8 gram ganja. Dalam kasus ini TM berperan sebagai pemakai dari budidaya ganja.
Kemudian kepolisian terus bergerak dan menangkap pria berinisial HF yang bertugas sebagai kurir. Saat ditangkap di Bendungan Hilir pada 5 Juni 2021, diperoleh ganja seberat 38 gram.
Tak berhenti disitu, polisi menggerebek SY di sebuah rumah di Brebes Jawa Tengah, pada 6 Juni 2021. Saat itulah ditemukan ratusan ganja dalam pot.
Dari penemuan itu, Polres Metro Jakarta Barat melakukan pengembangan, hingga ditemukan UH yang berperan sebagai investortor. Dia ditangkap di Gondangdia, Kecamatan, Menteng, Jakarta Pusat pada 6 Juni 2021. Darinya diamankan 29 linting ganja siap pakai dan semangkuk bibit ganja kiring.
Baca Juga: Brebes Gempar! Mayat Terbakar Ditemukan di Flyover Kramatsampang
Keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka, mereka dijerat Pasal 114 Ayat (1) Sub Pasal 111 ayat (2) Junto Pasal 132 UURI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
"Dimana pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu Rp 10 Milyar," tutup Ady.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Melawan Petugas Saat Razia Petasan, 4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi
-
Jateng Diserbu 1,3 Juta Kendaraan Pemudik, Ahmad Luthfi: Sentralnya Mudik Ya di Sini!
-
Benteng Pendem Cilacap: Saksi Bisu Dua Penjajah dan Destinasi Wisata Sejarah Saat Lebaran
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah