SuaraJawaTengah.id - Bupati Banyumas, Achmad Husein membuat unggahan sindiran ke Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang menyepelekan kasus Covid-19.
Meski tidak menyebut nama, Achmad Husein menunjukan foto rapat daring dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Luhut Binsar Pandjaitan di instagramnya @ir_achmadhusein. Dalam unggahan itu, peninggakatan kasus Covid-19 di Banjarnagara menjadi wilayah terbanyak.
Ia pun menuliskan keterangan seperti memberikan sindiran kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang memberikan izin masyarakat menggelar hajatan.
"Rakor daring dgn menko maritim dan investasi , pak Gubernur presentasi sbb : deleng gravik . Cermati sendiri , ndeleng dewek , ambegan dewek , karepe dewek , ampeg dewek. Siapa menabur angin akan menuai badai sendiri. Siapa suka susu kocok , belilah sendiri."
Dari unggahan itu warganet pun ikut memberikan komentar. Mereka memberikan dukungan dan kritikan.
"Nyindir bupati Banjarnegara apa pak??nek cara aku tah ngomong langsung bae,bila perlu di mention/tag wonge,dadi ora Kaya emak² sing bisane ngrasani ng mburi,tapi ora wani ngomong langsung," tulis @anggit.setiawan85
"Lahhh ada apa dengan kami ??? Di sini kami hidup nyaman2 aja," tulis @banjarnegara_millenial
"Banjarnegara kan emang dari awal gak peduli sama virus ini jadi yaaaa... Sekarang memanen hasil gak pedulinya," tulis @tyoibiza
Kontroversi Bupati Banjarnegara
Baca Juga: Naik Tajam, Kasus Harian Covid-19 Kaltim Tembus 726 Orang, Pasien yang Meninggal 19 Warga
Bupati Banjarnegara Jawa Tengah, Budhi Sarwono selalu memberikan pernyataan kontroversi soal Pandemi Covid-19.
Pernyataan kontroversi Bupati Banjarnegara pun menjadi perbincangan publik. Dari membiarkan warganya menggelar hajatan hingga menyebut Covid-19 hanyalah akal-akalan rumah sakit meraup keuntungan.
Berikut pernyataan kontroversi Bupati Banjarnegara:
1. Menuding rumah sakit meraup keuntungan
Bupati Banjarnegara menuding Rumah Sakit menggunakan covid-19 utuk berbisnis. Hal itu disampaikan oleh Budhi dalam video yang berdurasi 3 menit 8 detik.
Budhi menyebut bahwa rumah sakit mempunyai kepentingan sendiri demi meraup untung dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar