SuaraJawaTengah.id - Pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur memberikan penjelasan soal adanya perbedaan harga tiket bagi wisatawan mancanegara atau turis asing dan wisatawan dalam negeri.
Pelaksana Tugas General Manager TWC Borobudur, Jamaludin Mawardi menjelaskan, harga tiket untuk wisatawan lokal Rp 50 ribu. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenai tiket masuk USD 25 atau setara dengan Rp 350 ribu.
Perbedaan harga tiket masuk di Candi Borobudur itu, kata Jamaludin untuk mengapresiasi wisatawan lokal berkunjung ke situs peninggalan sejarah.
“Candi merupakan salah satu peninggalan nenek moyang kita yang harus diapresiasi,” kata Jamaludin, Selasa (3/8/2021).
Menurut Jamaludin, kita sebagai warga negara Indonesia adalah orang pertama yang berkewajiban mengapresiasi peninggalan sejarah bangsa sendiri. Sebagai bentuk apresiasi terhadap WNI yang berkunjung, pengelola memberikan kompensasi subsidi harga tiket masuk.
“Bagaimana mengapresiasinya? Mereka (WNI) harus bisa datang, melihat, mengagumi, kemudian ikut melestarikan. Supaya mereka datang ini harus ada kebijakan, misalnya subsidi.”
Argumentasi bahwa Borobudur adalah hasil karya nenek moyang bangsa Indonesia, juga menjadi salah satu dasar pembedaan harga tiket masuk itu.
“Jadi logis warga negara atau wisatawan domestik diberi apresiasi dalam bentuk keringanan harga,” ujar Jamaludin.
Jamaludin mengakui TWC pernah menerima komplain soal perbedaan harga tiket masuk tersebut. Namun kebanyakan wisatawan asing dapat menerima alasan mengapa turis lokal mendapat harga tiket masuk lebih murah.
Baca Juga: Gubernur Ganjar Terima Keluhan Bansos Pemerintah Pusat Tidak Tepat Sasaran
“Kita beri penjelasan adanya perhitungan subsidi. Supaya mereka (wisatawan dalam negeri) ikut melestarikan. Datang ke Borobudur punya kebanggaan. Itu kan harus dihargai. Oleh siapa? Ya tentunya oleh orang kita sendiri,” kata Jamaludin.
Menurut Jamaludin, harga tiket yang dibayar wisatawan mancanegara sesuai dengan layanan yang diterima. Loket tiket turis mancanegara terpisah dari wisatawan lokal.
Di loket tiket wisatawan mancanegara, disediakan lounge (ruang santai) khusus. Turis mendapat layanan welcome drink dan penjelasan singkat soal sejarah Candi Borobudur.
“Perlakuan wisatawan macanegara dan wisatawan nusantara memang berbeda. Jadi mulai di ticketing itu kan sudah dipisah. Ada semacam lounge supaya mereka lebih nyaman.”
Menurut Jamaludin, harga tiket masuk ke Candi Borobudur tidak jauh berbeda dengan situs peninggalan dunia (world heritage) lainnya, seperti Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja misalnya.
Harga tiket masuk ke Angkor Archeological Park sebesar USD 37 (Rp 530 ribu) yang berlaku untuk 2 hari kunjungan. Jika wisatawan melakukan kunjungan selama 5 atau 10 hari, harga tiketnya menjadi USD 62 dan USD 72.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK
-
OTT KPK di Pati: 6 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan yang Sudah Lama Dibisikkan Warga
-
7 Kontroversi Bupati Pati Sudewo Sebelum Kena OTT KPK, Pernah Picu Amarah Warga
-
Bupati Pati Sudewo Diciduk KPK! Operasi Senyap di Jawa Tengah Seret Orang Nomor Satu
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City