SuaraJawaTengah.id - Pandemi Covid-19 benar-benar membuat para penyedia jasa penyewaan Sound System terancam gulung tikar. Apalagi pandemi sudah terjadi selama 18 bulan.
Di Kota Semarang, seorang jasa penyewaan sound system di Kota Semarang menjual satu set sound syistem beserta mobil di jalanan. Hal itu dilakukan karena ia mengaku tak punya beras untuk makan keluarga.
Penjual Sound System, Suratman mengatakan, sebenarnya sudah dua set sound system yang saya jual untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Selain itu, dua mobil miliknya juga ludes terjual karena terdesak kebutuhan keluarga.
"Tinggal satu set sound syistem ini yang belum terjual," jelasnya saat ditemui di Taman KB Kota Semarang, Rabu (4/8/2021).
Sebelum pandemi, Suratman bekerja sebagai jasa penyewaan sound system. Namun, belakangan dia sempat ragu meneruskan usaha yang sudah dia tekuni selama bertahun-tahun itu.
"Saya ragu, kali ini saya ingin menjual semua peralatan sound system. Mau pulang kampung saja jadi petani," ujarnya.
Niatnya, setelah sound system yang dia jual itu laku dia akan pulang ke kampung halaman yang ada di Kabupaten Kudus. Dia dan keluarganya sudah mantab dengan pilihannya untuk pulang ke kampung halaman.
"Kalau di kampung halaman kan bisa tanam-tanam, lebih tenang," katanya.
Satu set sound system yang dia dijual dengan harga Rp 75 juta. Selain sound system, dia juga menjual mobil dan kipas angin yang juga dia bawa ke Taman KB. Jika satu paket sound syistem, mobil dan kipas dia jual dengan harga Rp 150 juta.
Baca Juga: Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang, Fadli Zon: Tak Ada Sense of Crisis di Tengah Pandemi
"Kalau ada yang mau, sekalian mobil dan kipas sekalian harga murah sekitar Rp 150 juta," imbuhnya.
Dia nekat menjual barang-barang tersebut karena sudah terdesak. Kesulitan beli beras dengan ditambah tagihan bank setiap bulannya membuat Suratman pusing. Dia tak punya solusi lain kecuali menjual barang yang dia miliki.
"Tagihan bank setiap bulannya itu Rp 2,5 juta. Saya jualnya ya dengan menjual barang itu," ujarnya.
Untuk itu, dia berharap agar memikirkan nasib jasa penyewaan sound syistem secara serius. Dia juga bertanya kepada Presiden Jokowi soal perpanjanjangan kebijakan PPKM. Dia mengaku bingung dengan nasibnya saat ini.
"Saya kira belum ada wawasan, Jokowi saja bilang ini PPKM level 4. Selesainya mau sampai level berapa," tanya Suratman.
Kontributor : Dafi Yusuf
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Zero Tolerance terhadap Fraud, BRI Minta Masyarakat Laporkan Dugaan Tindak Pidana
-
Jeritan Warga Jateng saat Antrean BBM Mengular: Lebih Baik Turun Kasta ke Pertalite daripada Boncos
-
Pendampingan UMKM Berbasis Potensi Lokal, FIFGROUP Dongkrak Ekonomi Desa
-
Dilaporkan Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Kota Ditahan Propam
-
BMKG: Semarang Diprakirakan Berawan Tebal Hari Ini, Warga Tetap Diminta Waspadai Perubahan Cuaca