- Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, menyatakan penegakan hukum tegas penting untuk Indonesia Emas 2045, di Batang, Jumat (13/2/2026).
- Ketaatan hukum Indonesia masih lemah dibuktikan Indeks Persepsi Korupsi turun, dengan kerugian negara mencapai triliunan rupiah.
- Praktik impor bensin dari Singapura yang bahan bakunya dari minyak Indonesia merugikan negara sekitar Rp 285 triliun.
SuaraJawaTengah.id - Cita-cita Indonesia Emas 2045 yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto terancam kandas jika praktik oligarki dan korupsi triliunan rupiah terus merajalela akibat lemahnya ketaatan hukum.
Ketua Komisi Kejaksaan RI, Pujiyono Suwadi, menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas adalah kunci utama untuk mewujudkan kedaulatan penuh dan kemandirian bangsa.
Dalam acara Ngobrol Bareng 'Anak Muda di Mata Hukum & Ekonomi' di Aula Bupati Batang, Jumat (13/2/2026) sore, Prof Puji, sapaan akrab Guru Besar UNS itu, secara blak-blakan menyoroti persoalan krusial ini.
"Suatu negara maju jika hukum menjadi panglima, hukum ditaati. Baik hukum tertulis dan tidak tertulis," tegasnya di hadapan 100 anak muda dari mahasiswa, siswa, hingga karang taruna.
Prof Puji menepis keraguan sebagian pihak yang meramalkan Indonesia akan bubar atau gagal mencapai Indonesia Emas 2045.
Namun, ia mengingatkan bahwa optimisme itu hanya bisa terwujud jika generasi muda saat ini, yang kelak akan menjadi pemimpin, benar-benar taat hukum.
"Kitalah (anak muda) yang menjaganya. Cara menjaganya kita taat hukum. Maka fungsi taat hukum, akan tahu hak dan kewajibannya," harapnya.
Ironisnya, data menunjukkan ketaatan hukum di Indonesia masih sangat lemah, terutama dalam hal korupsi. Prof Puji membeberkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada tahun 2024 berada di angka 37 dan bahkan turun menjadi 34 pada tahun 2025.
"Jadi persoalan perilaku, ketaatan hukum kita masih lemah. Korupsi perilaku kita juga masih lemah. Buktinya apa? Kejaksaan dan KPK itu nangkapin koruptor yang merugikan negara triliunan," paparnya.
Baca Juga: 5 Fakta Mengerikan Pesta Miras di Jepara yang Menewaskan 5 Orang
Ia kemudian menggambarkan betapa masifnya kerugian negara akibat korupsi dengan menanyakan apakah para peserta pernah melihat uang triliunan.
"Adik-adik pernah lihat uang 1 triliun belum? Beberapa waktu lalu Kejaksaan mengembalikan Rp 11 triliun (dari korupsi). Kan totalnya Rp 19 mau 20 triliun, yang dipamerin tidak semuanya. Yang dipamerin 2 triliun seisi rumah. Kalau semua, bisa selapangan bola. Kan banyak sekali," ungkapnya, menggambarkan betapa kecilnya yang terungkap dibandingkan total kerugian.
Lebih lanjut, Prof Puji menyoroti praktik merugikan negara yang telah berlangsung puluhan tahun, seperti impor bensin dari Singapura yang sebenarnya berasal dari minyak Indonesia sendiri.
"Bensin yang kita pakai, sebagian besar bukan dari Pertamina. Import dari mana? Singapura. Ngambil minyak di Indonesia, diekspor ke Singapura, diimpor oleh Indonesia," terangnya.
Kejaksaan, kata dia, kini sedang membongkar praktik ini yang telah merugikan negara sebesar Rp 285 triliun.
"Coba misalnya minyak kita kilang kita dari kita sendiri, diolah sendiri, untuk warga negara sendiri, pasti hasilnya lebih murah. Ini yang belum berdikari," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang, Tawarkan Promo Pembiayaan Kendaraan dan Mobil Listrik
-
Perkembangan AI Tak Bisa Dihindari, Wakil Ketua DPRD Jateng: Harus Adaptif, Jangan Takut Perubahan!
-
BRI Tebar Promo HUT Ke-81 RI, Ada Cashback hingga Diskon Rp810 Ribu
-
Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa
-
Jadwal Kegiatan Agustusan Padat? Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit