SuaraJawaTengah.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa Kabupaten Banjarnegara, akan memasuki musim hujan pada Bulan Oktober 2021.
"Sebagian sudah mulai memasuki awal musim hujan, sebagian lagi diprakirakan pada Bulan Oktober 2021," kata Kepala Stasiun Geofisika (BMKG) Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie, Jumat (3/9/2021).
Dia menambahkan kondisi serupa juga terjadi di kabupaten lain di sekitarnya, seperti Banyumas, Kebumen dan Purbalingga.
Pihaknya terus mengintensifkan penyebarluasan informasi kondisi cuaca terkini kepada para pemangku kebijakan, termasuk ke seluruh masyarakat di wilayah setempat.
"Tujuannya agar masyarakat mengetahui kondisi cuaca terkini dan berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana," paparnya.
Dia mengatakan pada musim hujan terdapat potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang dan longsor.
"Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana hidrometeorologi," ujar dia.
Dia mencontohkan, masyarakat yang tinggal di area perbukitan atau lereng bukit serta di area daerah aliran sungai untuk meningkatkan kehati-hatian.
"Mari bersama-sama untuk meningkatkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat, tidak perlu panik namun perlu untuk tetap waspada," kata Setyo.
Baca Juga: Prediksi BMKG : Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Dia kembali mengatakan bahwa kewaspadaan masyarakat akan menjadi kunci penting bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana, seperti di area lereng atau perbukitan.
"Dengan kewaspadaan yang tinggi, maka masyarakat telah mendukung upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana, contohnya bila menemukan tanda-tanda awal bencana seperti rekahan tanah, air mendadak keruh dan lain sebagainya harus segera melaporkan dan berkoordinasi dengan instansi terkait," katanya.
BMKG Banjarnegara, kata dia, terus meningkatkan sosialisasi mengenai risiko peningkatan intensitas hujan kepada masyarakat dan instansi terkait.
"Tujuannya agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya khususnya di periode puncak musim penghujan, ambil langkah mitigasi yang diperlukan khususnya di daerah rawan longsor," ujar dia.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan berita yang belum jelas kebenarannya.
"Jika membutuhkan informasi terpercaya terkait cuaca ekstrem maka bisa menghubungi kantor BMKG terdekat atau pantau laman resmi BMKG melalui sosial media resmi BMKG," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya
-
Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!
-
Temui Guru SD Jadi Tiktoker, Menteri Riefky Resmikan Desa Kreatif di Kebumen
-
MA Batalkan Kenaikan Usia Pensiun hingga 65 Tahun, Buruh Minta Pencairan Hak Pekerja Dipastikan Aman
-
Beasiswa Pendidikan Bhimasena Power Indonesia 2026 Dukung Mahasiswa Kabupaten Batang