Faktor internal berupa aspek biologis dan kepribadian. Sedangkan eksternal bisa dipengaruhi lingkungan, masyarakat, dan keluarga.
Dugaan pertama mengapa IS begitu kalem menghadapi perkara ini karena dia tahu betul konsekuensi dari perbuatannya.
“Kedua, teori prilaku yang dihasilkan dari pembiasaan. Apa waktu dia masih kecil, saat masa tumbuh kembang, biasa dihadapkan pada situasi seperti itu? Dihadapkan pada situasi kepanikan, erat dengan kekejaman, kekerasan. Sehingga orang itu menjadi sangat terbiasa dengan situasi tersebut.”
Menurut Triantono setiap manusia memiliki bibit untuk melakukan kejahatan. Apakah bibit itu dominan atau tidak, tergantung pola pengasuhan pada masa kecil dan interaksi dengan lingkungan.
Baca Juga: Aksi Keji Kasus Dukun Pengganda Uang di Magelang Diduga Pembunuhan Berantai
Kebiasaan akrab dengan pola-pola kekerasan sejak kecil dapat mengarah pada prilaku menyimpang atau tindak kejahatan. Dalam kasus IS, menjadi penting untuk memahami profil psikologi tersangka.
Hal lain yang menjadi perhatian Triantono adalah metode yang dipilih IS untuk mengeksekusi para korban terbilang canggih.
“Saya amati dari modus operandinya menurut saya untuk orang awam, petani, menurut saya canggih. Dia suruh orang yang datang (korban) untuk membawa air dan diminum sebelum sampai rumah di tempat yang sepi. Itu kan canggih.”
Tersangka memperhitungkan jika korban tewas di rumahnya, risiko kejahatannya terbongkar akan lebih besar.
Patut diduga tersangka juga mempertimbangkan membunuh korban memanfaatkan situasi pandemi. Sebab korban Muarif yang dibunuh pada Mei 2020, sempat dikira meninggal Covid.
Baca Juga: Bertambah Lagi! Korban Dukun Pengganda Uang di Magelang Jadi 4 Orang
Muarif yang ditemukan meninggal mendadak, dikubur secara prokes pemakaman Covid. Jenazah tidak sempat di-autopsi sehingga tidak diketahui penyebab kematian sebenarnya.
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Film Horor 'Pembantaian Dukun Santet' Diangkat dari Thread Viral, Ini Ceritanya!
-
3 Jalur Alternatif Mudik ke Magelang Tanpa Macet dari Semarang, Jogja dan Purwokerto
-
Terungkap Jamet Si Dukun Palsu Tega Bunuh Anak dan Ibu di Tambora Gegara Gagal Gandakan Uang
-
Koar-koar Efisiensi, Mendagri Tito Sebut Dana Retret Rp13 M Bentuk Investasi: Kalau Gak Efisien Kasihan Rakyat
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Jurnalis Dipukul dan Diancam Ajudan Kapolri: Kebebasan Pers Terancam di Semarang
-
Arus Balik Lebaran 2025: Baru 50 Persen Pemudik Kembali
-
Situasi Lebaran di Jateng Berjalan Normal, One Way Nasional Mulai Diberlakukan
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?