SuaraJawaTengah.id - Resah dengan banyaknya sapah kertas di tempat tinggalnya, Wisnu Wijanarko, warga Kota Semarang memanfaatkan limbah kertas yang ada di daerahnya.
Dengan tangan dinginnya, limbah kertas dibuat kreasi berupa patung kertas berbentuk karakter wayang dan pahlawan super.
Jika dilihat, rumah Wisnu memang dipenuhi dengan limbah kertas yang terkumpul di pojok rumahnya.
Ada juga kain perca dan sejumlah kawat yang tercecer di lantai rumahnya. Dia sudah menekuni pembuatan patung berbahan limbah kertas sejak tahun 2016.
Selain memproduksi patung yang berasal dari limbah kertas, Wisnu juga mengajarkan kepada warga sekitar untuk memanfaatkan limbah kertas menjadi barang yang bernilai. Sampai saat ini, sudah ada beberapa warga yang belajar di rumahnya.
"Biasanya memang banyak warga yang belajar di sini dengan kondisi alakadarnya," jelasnya saat ditemui Suarajawatengah.id di rumahnya, Selasa (14/12/2021).
Pria yang berasal dari Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang itu membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk memproduksi patung berbahan limbah kertas itu. Dalam proses pengerjaan, yang paling lama adalah proses pengeringan.
"Kalau untuk mengeringkan memang yang paling lama, bisa sampai 4 hari," katanya.
Sehari-hari, ayah tiga anak itu bekerja di pasar sebagai penjual jajanan. Mulai tahun 2016 dia mencoba menyalurkan darah seninya dengan membuat kerajinan tangan berupa diorama tokoh wayang.
Baca Juga: Pemberian Vaksin Covid-19 Diperbolehkan, Pemkot Semarang Siap Suntik 11.000 Anak
“Satu karakter wayang biasanya butuh waktu satu jam pembuatan. Awalnya buat rangka dulu dengan kawat, lalu dilapisi koran yang sudah jadi bubur, lalu dihias dengan pernak-pernik lain,” ucapnya.
Edukasi Warga
Biasanya, Wisnu juga menjual hasil karyannya ke Yogyakarta dan Bali. Harganya mulai Rp 20 ribu untuk ukuran 10 sentimeter dan Rp 175 ribu untuk ukuran 30 sentimeter.
"Untuk pemesanan harus inden dulu," paparnya.
Selain untuk jualan, Wisnu juga mengajarkan kerajinan tersebut kepada warga sekitar. Dia mengaku mempunyai misi untuk mengedukasi warga sekitar agar mengetahui tokoh-tokoh wayang yang sudah mulai ditinggalkan.
"Anak-anak sini biasanya saya tanyain, namun jarang yang tau," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM
-
Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah