SuaraJawaTengah.id - Meskipun pemerintah telah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga, namun aturan tersebut masih berbuntut polemik panjang di kalangan pedagang pasar. Salah satu contohnya di Pasar Wage Purwokerto.
Para pedagang tersebut, masih enggan untuk mengikuti aturan minyak goreng satu harga yang telah ditetapkan pemerintah. Alasannya stok minyak goreng mereka masih menggunakan harga lama yang masih tinggi.
Miftah (36), pedagang warung sembako di Pasar Wage Purwokerto mengaku, harga minyak goreng di lapaknya masih dijual dengan harga Rp 39.000 - Rp 40.000 untuk ukuran 2 liter.
"Ya mau gimana lagi, kita jualan kan cari untung. Saya waktu kulakan harganya sudah tinggi Rp 36.500," katanya kepada Suarajawatengah.id, Rabu (2/2/2022).
Ia, bukannya tidak mau mengikuti kebijakan yang sudah ditetapkan. Namun, modal yang sudah dikeluarkannya tidak memungkinkan untuk mengikuti kebijakan satu harga.
"Saya harus ngabisin stok yang ada dulu baru bisa mengikuti harga yang sudah ditetapkan. Kecuali, dari salesnya bisa ditarik dan dikembalikan uangnya kemudian saya beli dengan harga baru," jelasnya.
Untuk salah saru produk bermerek tropical, Miftah sudah menjual dengan harga baru meskipun saat mengambil masih menggunakan harga lama. Alasannya, dari pihak distributor yang biasa untuk kulakan, sudah menjanjikan akan mengembalikan sisa kekurangan saat penentuan harga baru.
"Untuk merek Tropical sudah habis, kemarin saya ikutin harga baru. Karena salesnya mau mengembalikan sisa uangnya. Tapi kalau merek lainnya belum ada kebijakan seperti itu jadi saya jualnya masih mengikuti harga lama," ujarnya.
Ia mengaku masih mempunyai stok minyak goreng dengan merek fortune sebanyak 2 dus. Jika nantinya tidak kunjung laku, dagangannya akan dijual dengan keuntungan sedikit, asalkan balik modal.
Baca Juga: Gudang Minyak Goreng di Ciracas Ludes Terbakar, Pemicu Kebakaran Diduga karena Ini
Sementara itu dengan adanya kebijakan satu harga, minyak goreng di minimarket "menghilang" dari pasaran. Berdasarkan pantauan di tiga minimarket di wilayah perkotaan Purwokerto, stok minyak goreng habis.
Novita (30), warga Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas misalnya. Sudah berkeliling di beberapa minimarket untuk mencari minyak goreng. Namun hasilnya nihil.
"Tadi sudah berkeliling ke tiga toko, tapi habis semua. Katanya harganya sudah turun, tapi ternyata habis. Untungnya saya tadi masih kebagian minyak harga normal di Toserba. Stoknya memang sudah sedikit tadi saya lihat," akunya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Sediakan Layanan Premium Medical Check Up
-
Dukung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Jateng Ajak Warga Nobar di Kantor Gubernur
-
Semen Gresik Pererat Sinergi dengan Ratusan Distributor dan Toko Bangunan di Soloraya