SuaraJawaTengah.id - Tengah malam ombak mengejutkan warga Dukuh Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Dalam sekejap, rumah mereka hancur. Sebagian hanya tersisa puing-puingnya saja.
Tak ada lagi yang bisa diambil, semuanya larut dan hancur. Hanya terdengar suara tangisan anak kecil dan warga yang kehilangan rumahnya.
Salah satu warga setempat, Sayidi mengatakan, pada tahun sebelumnya sudah ada 40 rumah warga yang rusak karena amukan ombak.
Awal tahun 2022, sudah ada 5 rumah yang rusak karena terjangan ombak. Sebenarnya, warga sudah berupaya membuat talut dengan tumpukan karung berisi tanah.
Namun usaha itu seperti sia-sia. Ombak tetap tak terbendung dan rumah-rumah warga kembali diratakan oleh ombak.
"Ini juga disebabkan karena tak adanya talut pelindung desa," jelasnya, Rabu (2/2/2022).
Kini warga semakin takut karena gelombang ombak semakin tinggi. Tak jarang tinggi gelombang bisa sampai 2 meter lebih.
"Jika rumah semi permanen yang terbuat dari kayu maka akan mudah rusak," ujarnya.
Kini warga yang terdampak sudah mulai mengungsi. Warga setempat juga membuat pos penjagaan yang aktif 24 jam untuk antisipasi gelombang tinggi.
Baca Juga: Masuk Media Asing, 3 Orang Digulung Ombak Bono Jadi Berita Tsunami Tonga
"Kami selalu berjaga untuk mengawasi kalau ada gelombang tinggi. Kita bergiliran yang jaga,"ucapnya.
Untuk itu, dia meminta agar Pemerintah Kabupaten Demak segera membangun talut pelindung desa.
Menurutnya, dengan dibangunnya talut warga bisa hidup dengan tenang karena talut bisa menghalangi air laut yang akan masuk ke permukiman warga.
"Pemerintah pernah membuat bronjong namun tak berarti apa-apa," keluhnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas
-
Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas
-
Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos
-
Siswa Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang, Wali Murid Beri Pesan Tegas ke Gibran
-
BRI Peduli Hadirkan Sepeda Bagi Mahesa yang Bersekolah di Pesisir Semarang: Makin Semangat Belajar