SuaraJawaTengah.id - Untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng, pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Operasi Pasar dengan mendistribusikan 25.200 minyak goreng ke sembilan pasar tradisional mulai hari ini selama tiga hari ke depan.
Operasi Pasar tersebut untuk menyetabilkan harga minyak di pasar tradisional yang masih tinggi dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Saat tiba di Pasar Wage, truk yang mengangkut minyak goreng tersebut langsung diserbu warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banyak yang terkecoh karena mengira minyak tersebut bisa langsung dibeli saat Operasi Pasar. Nyatanya, minyak goreng tersebut langsung didistribusikan pada pedagang yang sudah terdaftar di Pasar Wage Purwokerto.
Setiap pedagang dijatah 4 dus minyak goreng berisi 12 liter tiap satu dus. Warga yang sudah terlanjur terkecoh kemudian mengikuti pedagang yang mengambil jatah minyak gorengnya. Alhasil, kurang dari 15 menit minyak goreng yang baru didistribusikan langsung ludes terjual di tiap kios pedagang.
Pemerintah Kabupaten Banyumas, mewajibkan pedagang menjual minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter. Meski begitu, ada salah satu pedagang yang kedapatan tidak langsung menjual minyak goreng tersebut.
Dian Aprillia (35) warga Kecamatan Patikraja, yang ingin membeli minyak goreng mengaku mendapat perlakuan curang dari salah satu pedagang. Ia sengaja mengikuti saat pendistribusian minyak goreng ke kios pedagang ini, dengan harapan mendapat minyak goreng dengan harga Rp 28.000 per 2 liter.
"Saya itu mengikuti kuli yang mengangkut minyak goreng ini, nah saya lihat didistribusikan ke salah satu kios ini. Tapi saat saya akan beli minyak goreng, dihargai Rp 33 ribu. Terus saya ngeyel malah katanya minyak goreng ini akan dijual besok," katanya saat ditemui, Rabu (23/2/2022).
Saat ia menunjuk minyak operasi pasar yang hendak dibeli, pedagang justru mengatakan jika minyak itu tak dijual.
Adu mulut pun sempat terjadi antara dirinya dengan pedagang tersebut. Ia bahkan sampai membawa petugas kepolisian yang bertugas untuk mengamankan saat pendistribusian Operasi Pasar di Pasar Wage.
Petugas yang mendapat laporan segera mendatangi kios pedagang tersebut. Awalnya, pedagang sempat berdalih jika minyak goreng tersebut sudah dikembalikan.
"Ngga ada yang dikembalikan," kata petugas kepolisian yang mendampingi Dian.
Seketika pedagang perempuan tersebut mengaku jika minyak goreng hasil operasi pasar tersebut sengaja disimpan untuk dijual esok harinya.
"Saya takut nanti terjadi antrian di sini," kata pedagang tersebut.
Terkait temuan ini, petugas kepolisian akan melaporkannya ke Dinperindag Kabupaten Banyumas untuk ditindaklanjuti.
Dian yang mendapat perlakuan tersebut merasa kecewa karena meskipun sudah dilakukan Operasi Pasar, praktik kecurangan macam ini masih terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Meriahkan Fun Run HUT PPSDM Migas Cepu ke-60
-
Juara Bertahan Berjaya! SDN Sendangmulyo 04 dan SDN Klepu 03 Raih Gelar di MilkLife Soccer Challenge
-
7 Fakta Hasil Visum Syafiq Ali, Ungkap Perkiraan Waktu Kematian dan Kondisi Luka
-
Gebrakan Awal 2026: Ribuan Talenta Sepak Bola Putri Unjuk Gigi di MLSC Semarang
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng