Dengan diberikan imunisasi, seakan-akan tubuh mengalami infeksi dan belajar menghadapi infeksi, sehingga lebih siap bila terpapar dengan kuman yang sesungguhnya. Nina menekankan, imunisasi termasuk hak setiap anak yang dibutuhkan dalam hidupnya.
“Vaksinasi memiliki manfaat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak yang rentan tertular penyakit, mencegah anak tertular penyakit tertentu, dan meningkatkan kualitas hidup anak,” tutur Nina.
Vaksin pneumonia dapat diberikan kepada bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), vaksin ini memiliki tingkat efektivitas hingga 96 persen dalam hal melindungi anak-anak dari penyakit pneumonia.
Berbicara efek samping, umumnya ditemui anak menjadi rewel, kelelahan, nafsu makan menjadi menurun, ada kemerahan, bengkak, atau nyeri di daerah tempat penyuntikan, demam, menggigil dan nyeri kepala.
Namun, menurut Nina hal tersebut lebih baik dibandingkan anak tidak divaksin yang bisa menempatkan mereka mudah terpapar penyakit menular, mengalami penurunan kualitas dan harapan hidup, berisiko menularkan penyakit ke orang terdekat, terkena penyakit yang timbul beserta komplikasinya sehingga dapat meningkatkan beban finansial.
Pada masa pandemi COVID-19, vaksinasi rutin pada anak bisa tetap dilakukan sesuai dengan jadwal. Namun apabila terlambat maka dapat mengikuti program Kegiatan Imunisasi Kejar, yaitu kegiatan memberikan imunisasi kepada bayi dan balita yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal imunisasi nasional.
Pentingnya vaksinasi terutama di masa pandemi ini, karena vaksinasi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak yang rentan terpapar agen-agen infeksius selama pandemi COVID-19.
Vaksinasi juga mengurangi risiko kasus ko-infeksi atau infeksi bersamaan antara infeksi SARS-CoV-2 dengan infeksi patogen lain seperti bakteri, virus, jamur, dan lain-lain.
"Saat ini sudah bermunculan kasus-kasus infeksi bersamaan, dan ternyata koinfeksi pneumokokus ini sering muncul bersamaan dengan COVID-19 selain dengan virus influenza dan Mycoplasma," tutur Nina.
Baca Juga: 4 Penyebab Pilek Tak Kunjung Sembuh, Salah Satunya Pneumonia
Agar anak tak takut atau merasa tidak nyaman saat melakukan vaksin, ada sejumlah cara yang bisa diterapkan antara lain memberikan mereka cairan manis, memberikan ASI untuk anak yang masih menyusui, hingga menenangkan anak dengan membawa mainan atau mengalihkan perhatian anak dengan hal lainnya.
[ANTARA]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Jualan 30 Menit Langsung Ludes! Berkah Nobar Timnas di Kantor Gubernur Jateng Bikin Ketiban Rezeki
-
Perang Lawan TBC! Ratusan Puskesmas di Jateng Siap Terima Alat Diagnostik Baru Bulan Depan
-
Tiga Tim Rebut Gelar Juara Piala by.U Series Semarang 2026, Persaingan Atlet Futsal Muda Memanas
-
Tak Hanya di Bandara, Ini Lokasi BRI Money Changer untuk Tukar Valas
-
Bau Tak Sedap Antar Warga pada Temuan Pilu, Pria 64 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Kos