Ronald Seger Prabowo
Senin, 06 Juni 2022 | 10:28 WIB
Kelompok wisatawan berfoto dengan latar Candi Borobudur. Menko Marves, Luhut Pandjaitan menginformasikan harga tiket ke candi akan naik 15 kali lebih mahal dari sekarang. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]

SuaraJawaTengah.id - Baru-baru ini tiket masuk Candi Borobudur mendadak ramai diperbincangkan publik di media sosial.

Hal tersebut buntut dari kebijakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang berencana membatasi jumlah pengunjung dan menaikkan harga tiket Candi Borobudur.

"Kami juga sepakat untuk membatasi kuota turis sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dollar untuk wisatawan mancanegara," kata Luhut sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan.

"Turis domestik sebesar Rp750 ribu. Khusus untuk pelajar, kami berikan biaya 5.000 rupiah saja," sambungnya.

Luhut pun membeberkan langkah tersebut ia lakukan semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.

"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini. Sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," ungkapnya.

Rupanya kebijakan baru itu ramai menuai penolakan dari publik di media sosial. Hal itu karena harga tiket yang dicetuskan oleh Luhut kelewat mahal.

Bahkan kekinian ada seorang netizen yang protes ke akun instagram Direktur PT Taman Wisata Candi untuk menutup total kawasan Candi Borubudur ketimbang menaikkan harga tiket.

"Kenapa nggak sekalian ditutup saja pak," tanya netizen @pakne.gha** diunggahan akun instagram Direktur PT Taman Wisata Candi.

Baca Juga: Rencana Tiket Naik Candi Borobudur Rp750 Ribu, Begini Alasan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan

Mengetahui pertanyaan netizen tersebut, Edy Setiojo selaku Direktur PT Taman Wisata Candi memaparkan jika pihaknya pernah berpikiran untuk menutup total kawasan Candi Borobudur.

"@pakne.gha** sisi ekstrem dari konservasi juga berpandangan demikian. Hanya saja harus diberi ruang untuk fungsi lain dalam jumlah terbatas. Oleh karenanya ditetapkan sistem kouta," balas Edy Setiojo.

Lebih lanjut, Edy Setiojo meluruskan soal kenaikan harga tiket menjadi Rp7500 ribu untuk hanya diperuntukan bagi wisatawan yang naik ke atas bangunan Candi Borubudur.

Sedangkan harga tiket untuk masuk ke kawasan Candi Borobudur masih sama yakni Rp50.000 untuk umum dan Rp5.000 untuk kalangan pelajar.

"Sebagai bagian konservasi Candi Borobudur, maka diputuskan sistem kouta untuk naik ke bangunan candi. Terkait sistem kouta inilah sebagai konsekuensinya ditetapkan kebijakan tiket dengan harga khusus," terangnya.

"Harapannya agar wisatawan perlu untuk naik bangunan candi yang akan beli tiket khusus tersebut. Untuk wisatawan umum tetap bisa masuk dengan tiket reguler seperti sekarang. Tetap bisa melihat dari dekat dan bisa juga berfoto dengan background Candi Borobudur," tandasnya.

Load More