SuaraJawaTengah.id - Kejadian tanggul irigasi jebol di irigasi Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, yang viral baru baru ini ternyata mengancam pada ratusan hektar lahan pertanian.
Sebelumnya, tanggul jebol langsung berdampak pada 1 hektar lahan pertanian, 28 kolam dan menggenangi pemukiman warga.
Ternyata tak hanya itu, irigasi yang jebol adalah irigasi induk yang mengalir panjang dan banyak lahan yang bergantung pada aliran tersebut.
Suparman, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara menyebut, lahan pertanian seluar 500 hektare terancam.
“Bagian hilir ada 500 hektare kurang lebih yang terancam tidak teraliri air karena tanggul jebol,”sebutnya, Kamis (21/7/2022).
Ia mengatakan, jebolnya irigasi akan langsung berdampak pada sektor pertanian karena kekurangan air.
“Misalnya saja ini yang padi usia 40 haru kan masih sangat membutuhkan air,”katanya.
Pihaknya berharap, irigasi dapat berfungsi kembali dalam waktu dekat.
“Sehingga bisa secepatnya mengalir untuk mencukupi kebutuhan,”ujarnya.
Baca Juga: Mentan Dorong Pengelolaan Pertanian dengan Benar dan Modern
Irigasi induk yang jebol ini ternyata mengalir sampai Kabupaten Purbalingga. Sehingga, banyak lahan yang bergantung pada aliran irigasi.
“Kalau disini mengaliri ada e4 Desa, tapi ini kan saluran induk alirannya bisa sampai Kabupaten Purbalingga,”lanjutnya.
Sementara untuk penanganan, pigaknya mengaku baru bisa mengandalkan hujan untuk kebutuhan air.
“Mudah -mudahan hujan turun. Ini kan kemarau basah, curah hujan masih diatas normal. Ya sementara mengandalkan air hujan,”ujarnya.
Di tempat yang sama, Kabid perikanan dan perudangan, Riyanto mengatakan, Desa Kincang adalah kawasan dan merupakan sentra perikanan.
“Ini kawasan perikanan, kami akan data detilnya karena hari ini baru kejadian. Kecamatan Rakit ini sentra perikanan, termasuk Desa Kincang,”kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Ketum GEKRAFT Salatiga, Dyah Ayu Pitaloka Dorong Ekosistem Inklusif dan Akses Global
-
Tragis! Siswa Kelas 2 SD di Pemalang Tewas, Diduga Alami Perundungan Kakak Kelas
-
Bawa 10,63 Gram Sabu dari Pontianak, Dua Kurir Ditangkap di Pelabuhan Tanjung Emas
-
Profil Brigjen Roy Hardi Siahaan, Kapolda Jateng Pengganti Ribut Hari Wibowo
-
Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo Dimutasi, Digantikan Brigjen Roy Hardi Siahaan