SuaraJawaTengah.id - Nilai transaksi pelelangan ikan di Kabupaten Cilacap.
Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) "Mino Saroyo" Cilacap Untung Jayanto menjelaskan, penurunan transaksi itu akibat cuaca buruk yang sering terjadi di laut selatan Jawa Tengah sejak Januari 2022.
"Berdasarkan data dari delapan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang kami kelola, nilai transaksi pelelangan sejak Januari hingga Juli 2022 baru mencapai kisaran Rp24 miliar," kata Untung dilansir dari ANTARA, Jumat (9/9/2022).
Padahal dalam periode yang sama tahun 2021, kata dia, nilai transaksinya sudah mencapai kisaran Rp47 miliar.
Sementara itu nilai transaksi pelelangan ikan pada periode Januari-Agustus 2021 mencapai kisaran Rp47 miliar dan terus meningkat hingga akhir tahun 2021 yang mencapai kisaran Rp76,6 miliar.
"Kalau untuk periode Januari-Agustus 2022 masih kami rekap, sepertinya ada peningkatan namun tidak signifikan," ujar dia.
Ia menduga penurunan transaksi pelelangan ikan itu terjadi akibat cuaca buruk yang sering terjadi sepanjang tahun 2022.
Selain mengakibatkan banyak nelayan tidak melaut, kata dia, cuaca buruk juga berdampak terhadap minimnya ikan yang bisa ditangkap nelayan.
"Biasanya, nelayan Cilacap mulai memasuki masa panen pada bulan Agustus seiring dengan datangnya musim angin timuran dan puncak panennya pada bulan September-Oktober," jelasnya.
Mengingat cuaca buruk masih terjadi hingga September, kata dia, nelayan Cilacap khususnya yang menggunakan perahu berukuran kecil dan sedang belum bisa menikmati panen ikan.
Ia mengatakan saat ini yang diandalkan hanyalah kapal-kapal berukuran besar yang bisa menangkap ikan di tengah lautan lepas karena hasil tangkapannya tergolong bagus.
"Kami berharap di sisa waktu hingga akhir tahun 2022, kondisi cuaca membaik sehingga nelayan-nelayan kecil bisa berangkat melaut untuk menangkap ikan," katanya.
Dengan demikian, kata dia, aktivitas pelelangan ikan dapat kembali bergairah dan nilai transaksinya hingga akhir tahun 2022 dapat menyamai pencapaian tahun 2021.
"Semoga Allah SWT mengabulkan doa kami. Kasihan nelayan-nelayan kecil tidak bisa melaut karena adanya cuaca buruk di laut," kata Untung.
Sebelumnya, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesian (HNSI) Cilacap Sarjono mengatakan ribuan nelayan di Kabupaten Cilacap khususnya yang menggunakan perahu berukuran kecil terpaksa tidak melaut akibat cuaca buruk di laut selatan Jawa Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sarif Abdillah: Konsumsi Ikan Penting untuk Gizi dan Ekonomi Nelayan di Jawa Tengah
-
BRI Cepu Siapkan Skenario Terburuk Gempa dan Longsor, Latih Karyawan Demi Layanan Tetap Prima
-
Stefan Keeltjes Masuk Nominasi Best Coach Pegadaian Championship 2025/2026
-
Korban Skandal Kiai Cabul Ndholo Kusumo Pati Tak Perlu Takut, Ombudsman dan LPSK Jamin Perlindungan
-
El Nino Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemda Perkuat Antisipasi Kekeringan