SuaraJawaTengah.id - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Amir Aziz Alkatiri, Sp.JP (K), FIHA, FSCAI mengingatkan bahwa langkah pencegahan utama untuk menghindari sakit jantung adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan rutin.
Gaya hidup sehat ini termasuk melakukan aktivitas fisik moderat secara rutin yakni 150 menit per minggu sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menerapkan pola makan sehat dan seimbang serta menjaga indeks massa tubuh (IMT).
"30 menit sekali jalan sudah sangat cukup, sampai keluar keringat. Faktor berat badan menjadi sangat penting yang disesuaikan dengan tinggi badan (menjaga IMT tetap normal 18,5-24,9)," ujar dokter Amir dikutip dari ANTARA, Sabtu (10/9/2022).
Penerapan pola makan sehat juga mencakup konsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan. Kedua makanan itu mengandung zat yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu seseorang mengurangi makanan berkalori tinggi, seperti daging dan makanan ringan.
Orang-orang juga dapat menambahkan biji-bijian ke dalam menu diet karena merupakan sumber serat baik dan nutrisi lain yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan kesehatan jantung.
Selain itu, membatasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans merupakan langkah penting untuk mengurangi kolesterol darah dan menurunkan risiko penyakit arteri koroner. Tingkat kolesterol darah yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri atau aterosklerosis, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Amir yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) itu mengatakan, selain gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan juga penting guna mencegah seseorang terkena penyakit jantung.
Pemeriksaan ini termasuk gula darah, tekanan darah dan kolesterol. Pemeriksaan gula darah khusus mereka yang berusia di atas 40 tahun tidak hanya gula darah puasa, dua jam setelah makan tetapi juga HbA1c untuk mendeteksi ada tidaknya diabetes.
Sementara untuk kolesterol, Amir menyarankan orang-orang menjalani pemeriksaan sekitar enam hingga satu tahun sekali. "Bukan berarti tidak sakit kepala tidak ada darah tinggi, bukan berarti tidak ada nyeri tengkuk tak ada kolesterol," kata dia.
Baca Juga: Kampanye #JagaDiriKiniDanNanti Ajak Masyarakat Jaga Daya Tahan Tubuh
Dia kembali mengingatkan, faktor yang memainkan peran penting mencetuskan penyakit jantung adalah gaya hidup, termasuk kebiasaan merokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Libur Nataru, Pertamina Ungkap Pergeseran Mengejutkan Preferensi BBM Pengemudi di Jateng dan DIY
-
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari 2026: Cek Penerima dan Nominalnya
-
Pemprov Jateng Lampung Teken 11 Kerja Sama, NIlainya Capai Rp 832,3 Miliar per Tahun
-
10 Mobil Pick Up Murah Tangguh yang Cocok Buat Usaha
-
7 Fakta Viral Nota Warung Kopi Fantastis di Telaga Sarangan Magetan