"Pola pembinaannya dibawah delapan tahun nggak boleh dimarahin. Dia masih tahap pengenalan. Jadi kita buat mereka senang dulu. Kalau diatasnya baru boleh sedikit dikasih pressure," ungkap Samsuri.
Tempat Menggapai Mimpi
Kini SSS bukan sekedar tempat untuk bermain sepak bola. SSS tempat bagi anak-anak di Kota Lunpia untuk mengejar impian menjadi pesepak bola.
"Anak saya sedari kecil memang cita-citanya pengen jadi pemain bola. Ini udah dua tahun latihan di SSS. Sebagai orang tua hanya bisa mendukung keinginan anaknya," tutur salah satu orang tua siswa SSS, Suwarni.
Perempuan berusia 38 tahun tersebut sampai terharu ketikanya anaknya terbang ke Jakarta dan mengikuti kompetisi Piala Bergilir Ketum KONI Pusat IV 2023. Meski SSS tidak mampu menjuarai kompetisi tersebut, Suwarni tetap dengan perjuangan anaknya.
"Saya bangga banget karena anak saya telah memberikan yang terbaik. Posisi anak saya sebagai center back. Idoalnya Lionel Messi," tutur Suwarni.
Sedangkan salah seorang pelatih Taufan Setiadi, mengatakan untuk menjadi pesepak bola bakat saja tidak cukup. Anak-anak harus rajin latihan dan banyak bertanding untuk jam terbang.
Selama melatih anak-anak U-10, Taufan fokus pada latihan dasar passing dan kontrol. Dia juga menilai bibit-bibit anak usia dini di Kota Semarang cukup berbakat.
Namun, sepengalamannya, anak-anak SSS belum mampu mengatasi persoalan mental. Padahal saat bertanding, lawan soal kalah mental mendengar nama besar SSS.
Baca Juga: Tak Ingin Terkena Sanksi Lagi, Bos PSIS Semarang Minta Para Suporter Jangan Datang di Laga Away
"Mental dibenahi, mentalmu dibenahi. Musuhnya mental itu susah, karena lawannya diri kamu sendiri," tukas Taufan.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
-
Jelang Laga Madura United vs PSIS, Yoyok Sukawi Berharap Wasit Thoriq M Alkatiri Bekerja Profesional dan Adil
-
Prediksi Madura United vs PSIS Semarang di BRI Liga 1: H2H, Skor dan Link Live Streaming
-
Larang Suporter Datang ke Madura, Bos PSIS Semarang Disentil Suporter Panser Biru, Minta Lawan Aturan PSSI
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja