SuaraJawaTengah.id - Desa Mandiri Energi menjadi program yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal itu untuk mendorong kemandirian atau kedaulatan energi dengan pendekatan potensi sumber energi lokal desa.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, terdapat 2422 desa yang masuk dalam program Desa Mandiri Energi.
Kapala Dinas ESDM Jateng, Buedyo Dharmawan mengatakan energi adalah kebutuhan yang sangat penting saat ini.
Desa-desa di Provinsi Jawa Tengah pun terus didorong untuk mengembangkan kemandirian energi.
"Mulai 2021 kita mengidentifikasi energi alternatif di desa-desa. Data terakhir ada 2.422 desa. Yang inisiatif 2239, 158 yang berkembang, mapan 25," katanya saat ditemui Suara.com di Semarang pada Selasa (10/10/2023).
Terdapat beberapa energi yang dikembangkan desa-desa yang ada di Jawa Tengah. Dari energi biogas menggunakan kotoran ternak dan manusia, energi mikrohidro, energi surya, dan terbaru gas rawa atau Biogenic Shallow Gas (BSG).
"Yang energi microhidro air, sampai ada di daerah Banyumas tidak ingin PLN masuk, karena sudah mapan dan nyaman. Kalau Energi surya, mahal. Kebanyakan untuk pengairan di sawah atau untul pompa air," jelasnya.
"Gas rawa atau BSG, itu yag paling baru ada di jawa tengah. Sudah ada di banjarnegara, karanganyar, sragen, grobogan," tambahnya.
Namun demikian menurutnya yang paling banyak dikembangkan di desa-desa adalah Biogas, yang memanfaatkan kotoran hewan ternak dan kotoran santri di Pondok Pesantren.
"Paling banyak yang kita kembangkan ya biogas ternak. Untuk memasak dan tidak tergantung pada LPG dari pertamina. Bahkan ada yang 2 tahun tidak beli gas," ujarnya.
Anggaran Kemandirian Energi
Buedyo Dharmawan menyebut, anggaran untuk program kemandirian energi tersebut bukan berasal dari Pemprov Jateng saja.
Terdapat dari Dinas ESDM, Dinas Peternakan dan Dinas lingkungan hidup. Selain itu juga dari APBD Kabupaten/Kota dan terakhir adalah program CSR dari swasta.
"Anggaran awal pemprov jateng mendapat porsi besar untuk kemandirian energi, yaitu Rp 10-15 miliar lebih per tahun," ujarnya
"Kita tidak penting anggaran darimana, yang penting masyarakat ini greget dengan kemandirian energi ini. Kalau merka merasa kemanfaatnya, mereka akan mengembangkan sendiri," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama