SuaraJawaTengah.id - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet menunjukan peningkatan pada beberapa hari ini. Hal itu tentu harus diwaspadai oleh warga sekitar.
Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet saat ini berstatus Waspada.
Status itu belum mengakibatkan terjadinya hujan abu dan berdampak kepada masyarakat sekitar.
"Hujan abu itu harus ada letusan dulu atau erupsi, jadi bawa material dari dalam. Itu masih lemah," kata Kepala Pos PGA Slamet Muhammad Rusdi dikutip dari ANTARA pada Senin (23/10/2023).
Ia mengatakan hal itu saat dikonfirmasi terkait dengan adanya video tentang sebuah mobil yang kotor terkena debu ketika parkir di salah satu rumah warga Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Banyumas, dalam kondisi cuaca berkabut.
Dalam video yang diunggah ke grup WhatsApp "Info & Penanganan Bencana" yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas itu, pengunggahnya juga menanyakan apakah debu tersebut merupakan debu vulkanik dari Gunung Slamet.
Rusdi pun memastikan debu yang mengotori mobil seperti yang ada dalam video tersebut bukanlah abu vulkanik yang dikeluarkan dari Gunung Slamet.
"Kegempaan di Gunung Slamet sampai saat ini masih gempa tremor menerus dan datanya fluktuatif, naik-turun, dan belum terjadi gempa letusan atau erupsi," tegasnya.
Demikian pula dengan suara yang menggelegar di angkasa dan sempat terdengar oleh masyarakat di Banyumas dalam beberapa hari terakhir, kata dia, hal itu dipastikan bukan dari Gunung Slamet melainkan suara petir karena faktor cuaca.
Baca Juga: Konektivitas Lalu lintas Pariwisata Pemalang, Purbalingga, Banyumas Lewat Jalan Pintas
Ia mengatakan jika suara gemuruh tersebut muncul karena adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet, biasanya akan terekam oleh seismograf.
"Ini enggak terdeteksi di seismograf," katanya.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat di sekitaran Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes untuk tetap tenang serta tidak terpancing oleh berbagai isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dalam hal ini, kata dia, masyarakat diimbau untuk berkoordinasi dengan BPBD setempat atau Pos PGA Slamet guna memastikan kebenaran informasi yang didengarnya.
Ia mengakui ketika status Gunung Slamet dinaikkan karena adanya peningkatan aktivitas vulkanik, banyak sekali beredar informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kayak kemarin ada yang posting foto tahun 2014, langsung ramai. Padahal itu foto tahun 2014, saat Gunung Slamet berstatus Siaga atau Level III, sedangkan saat ini masih Level II atau Waspada," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang