SuaraJawaTengah.id - Nama brand Tahu Gimbal Pak Edi cukup populer di Kota Semarang. Bahkan terdapat beberapa warung berjejer menggunakan nama yang sama di lapak dekat Taman Indonesia Kaya.
Bagi orang awam atau pengunjung luar kota pasti akan terheran-heran melihat pemandangan tersebut. Beberapa bulan lalu di sosial media ada seseorang yang kebingungan saat menemukan konsep lapak tahu gimbal dengan nama yang sama berjejeran di Jalan Menteri Supeno.
"Sing endi sing asli iki tu? (yang mana yang asli ini bro?,” kata perekam dalam unggahan video akun instgaram @ndagel.crew.
Suara.com kemudian berusaha melacak siapa pelopor dan bagaimana sejarah penjual tahu gimbal tersebut memakai nama yang sama. Setiba dilokasi, terhitung ada delapan warung yang menggunakan nama tahu gimbal Pak Edi dan semuanya memasang spanduk dengan warna yang sama pula.
Tetapi jika diperhatikan secara seksama, terdapat perbedaan dalam penulisan nama antar lapak. Misal dari urutan pertama dari sebelah kiri "Pak Edi Asli, Pak Edy, Haji Edy, Pak Edi". Semuanya sama-sama mencantumkan foto dan menyertakan tulisan tidak buka cabang.
Dari sumber yang didapat Suara.com, terdapat dua lapak warung Tahu Gimbal Pak Edi yang saling mengklaim kalau merekalah pelopornya. Berikut ini kisah versi keduanya.
Tahu Gimbal Haji Edy
Sumber pertama yang ditemui Suara.com adalah lapak ketiga dari sebelah kiri bernama "Tahu Gimbal Haji Edy". Pemiliknya adalah Edy Kamsani, lelaki berusia 70 tahun mengklaim kalau dialah pelopor tahu gimbal di lapak tersebut.
"Iya mas, saya (pelopornya) sudah jualan tahun 1972. Dulu keliling menggunakan pikulan," tutur Edy Kamsani saat dikonfirmasi, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga: Sosok Dokter Mufidah Kembali Muncul di Stadion Jatidiri,Tapi Tidak Sebagai Tim Medis PSIS Semarang
Edy mengenang saat berjualan keliling, dia biasanya berjualan di kawasan kantor Provinsi Jateng dan simpang lima pada tahun 1980. Lalu mulai menetap di kawasan Taman KB atau sekarang lebih dikenal Taman Indonesia Kaya pada tahun 2011 silam.
Sebelum menggunakan nama Pak Edi/Edy, penjual tahu gimbal dulunya menggunakan nama masing-masing. Tapi sekitar tahun 2018, para penjual tiba-tiba serentak menggunakan nama yang sama.
"Kalau nggak pakai nama Pak Edi katanya nggak laku. Mereka juga nggak laporan dulu ke saya. Saya biarkan karena yang membedakan citra rasa," imbuhnya.
Menurut lelaki kelahiran Kota Semarang ini bumbu kacang sebagai taburan tahu gimbal begitu khas. Sehingga banyak pelanggan sampai artis yang mampir mencicipi tahu gimbal buatannya.
Dalam sehari, Edy mengatakan bisa menjual sebanyak 200 porsi dari pukul 12.00-22.00 WIB. Jika hari libur panjang tiba dan banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang. Tahu gimbalnya bisa terjual lebih banyak lagi.
"Yang saya ingat pameran kian santang pernah ke sini. Artis-artis sebenarnya banyak tapi saya nggak pernah merhatiin," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan