SuaraJawaTengah.id - Tanjakan Silayur di Kecamatan Ngaliyan salah satu ruas jalan di Kota Semarang yang rawan kecelakaan. Konon, setiap kecelakaan yang terjadi disana sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Sebelum membahas hal-hal mistis, saya akan sedikit mengulas sekilas tentang sejarah Silayur. Rentan periode 1950an, Silayur merupakan kawasan perbukitan dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. Dulu samping kanan dan kiri jalan penghubung Semarang-Boja ini dikelilingi hutan dengan pohon-pohon yang rimbun.
Memang ruas jalan Silayur terkenal memilih tanjakkan panjang dan turunan curam. Para pengendara yang lalu lalang melewati kawasan tersebut harus meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari kecelakaan.
Seiring berjalannya waktu, kawasan Silayur mulai dilirik pengembang perumahan untuk dijadikan pemukiman. Perumahan pertama yang dibangunan disana adalah Pandana Merdeka tahun 1988. Lalu disusul perumahan elite Esperanza pada 2005.
Baca Juga: Harga Pangan Melejit, Mbak Ita Ingin UMK di Kota Semarang Naik
Pemandangan hutan-hutan yang memikat mata para pengendara seketika berubah. Kawasan itu dari tahun ke tahun semakin ramai berdiri sebuah pemukiman. Pohon-pohon rimbun habis dibabat mesin-mesin pemusnah.
Urban Legend Hantu Ranem
Terlepas dari peralihan perbukitan menjadi kawasan perumahan. Tanjakan Silayur menyimpan sebuah cerita urban legend hantu ranem atau sosok perempuan tanpa kepala yang sering menampakkan diri di kawasan tersebut.
Semasa hidupnya Ranem itu sesosok perempuan asal Wonogiri yang bekerja di lokalisasi Sunan Kuning. Setelah tiga tahun bekerja disana, Ranem mengalami peristiwa pilu saat menjadi korban pembunuhan dan mutilasi pada tahun 1973.
Jenazah Ranem ditemukan di aliran sungai dekat tanjakkan Silayur. Naasnya, tubuh dan kepala Ranem ditemukan terpisah. Saat peristiwa pembunuhan Ranem sangat menggemparkan warga Kota Semarang.
"Oh Ranem, itu (kasus pembunuhan) sangat melegenda. Saya masih ingat dulu warga Ngaliyan sampai berbondong-bondong jalan kaki ke Silayur," kata Kastimah seorang warga yang tinggal di Kecamatan Ngaliyan pada Suara.com, Selasa (14/11/2023).
Berita Terkait
-
Kecelakaan Fatal Mobil Listrik Xiaomi Renggut Nyawa Tiga Mahasiswi Karena Terkunci
-
Xiaomi SU7 Tabrakan dan 3 Mahasiswi Tewas Terbakar, Pintu Mobil Diduga Tak Bisa Dibuka
-
Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
-
Penjualan Asuransi Kendaraan Meningkat Jelang Lebaran, Tingginya Kecelakaan Jadi Faktor Pendorong
-
Kondisi Lalin Padat, Kecelakaan Beruntun Sempat Terjadi di Jalan Tol Layang MBZ Pagi Ini
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara
-
Wapres Gibran Mudik, Langsung Gercep Tampung Aspirasi Warga Solo!
-
Tragedi Pohon Tumbang di Alun-Alun Pemalang: Tiga Jamaah Salat Id Meninggal, Belasan Terluka