"Yu aku minta bantuan untuk mengusulkan Ratu Kalinyamat jadi pahlawan. Lalu aku diberikan dokumen yang berisikan alasan penolakkannya," kata Ririe.
"Pemda Jepara masih kekurangan data kalau Ratu Kalinyamat bukan sekedar mitos, cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Ratu Kalinyamat tidak memiliki keteladanan. Dan paling terkenal adalah sifat dendam karena terlibat membunuh Arya Penangsang," tambahnya.
Setelah mengiyakan untuk menelusuri jejak-jejak Ratu Kalinyamat. Ririe mengaku prihatin setelah tau kalau Ratu Kalinyamat dianggap pelacur keraton oleh masyarakat di luar Jepara. Bahkan tak jarang dalam lakon ketoprak di pesisir utara, Ratu Kalinyamat sering digambarkan sebagai seorang lonte.
Sesama perempuan dan bertahun-tahun meneliti sosok Ratu Kalinyamat. Stigma negatif diatas tersebut merupakan sebuah fitnah. Dia juga kesal ada beberapa jurnal ilmiah yang menggambarkan Ratu Kalinyamat sebagai pelacur keraton.
"Saya ingin meluruskan dan perlu dipahami anak muda. Di jurnal atau stigma dari masyarakat luar Jepara yang menyebut Ratu Kalinyamat pelacur keraton adalah fitnah. Sebagai seorang perempuan saya tidak terima," tegas Ririe.
Ditengah perjalanan mencari bukti-bukti sejarah. Ririe bersama tim sebenarnya hampir putus asa. Ketika mereka kesusahan mencari sumber primer untuk menguatkan kalau Ratu Kalinyamat bukan sekedar mitos belaka.
Beruntung, Alamsyah bertemu dengan seorang mahasiswa S3 yang sedang menempuh pendidikan di Portugal. Setelah cerita banyak, mahasiswa S3 ini mengantarkan tim peneliti Ratu Kalinyamat ke salah satu Universitas Katolik disana.
Tim pun berhasil menemukan sebuah dokumen yang akan menjadi sumber primer. Disalah satu dokumen, nama Ratu Kalinyamat sering disebutkan sebagai sosok perempuan penguasa yang tangguh.
"(Dokumen) itu ditulis menggunakan bahasa Portugis tua, tidak mudah mencari orang untuk menerjemahkan. Tapi kami berhasil menelaah dan dijelaskan bahwa para tentara Portugis kalau melihat kapal-kapal Ratu Kalinyamat seperti kapal induk Amerika. Jadi zaman dulu Jepara sudah bisa bikin pangkalan dan kapal besar," terang Ririe.
Baca Juga: Mengingat Kembali Kisah Johannes Van Der Steur, Kompeni Belanda Asuh Ribuan Anak di Magelang
Proses panjang dari tahun 2018 sampai 2022 pun membuahkan hasil. Ratu Kalinyamat telah resmi ditetapkan sebagai "Pahlawan Nasional" berkat jasa-jasanya memperjuangkan serta mempertahankan wilayah nusantara di periode 1549-1579.
"Tim banyak sekali menemukan elemen semacam suprise yang membuat kita terkagum-kagum. Meski Indonesia waktu itu belum ada, tapi Ratu Kalinyamat sudah punya visi menjaga wilayah perairan nusantara," pungkasnya.
Kontributor : Ikhsan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan