SuaraJawaTengah.id - Fenomena langka embun es di Dieng muncul kembali, Rabu (13/12/2023). Uniknya, kemunculan embun es ini justru terjadi ketika memasuki musim hujan.
Embun es atau dikenal sebagai istilah embun upas di Dieng biasanya muncul ketika musim kemarau. Namun anehnya, embun dapat membeku ketika sudah memasuki musim hujan.
Salah satu warga Dieng, Hasta Priyandono menyebut, tanda-tanda kemunculan embun es sudah tampak sejak semalam. Salah satu tandanya adalah terjadi penurunan suhu.
"Sekitar jam 11 malam tadi sudah turun sampai 3 derajat celcius," jelasnya.
Dan benar saja, ketika menjelang pagi, suhu turun drastis sampai minus 1 derajat celcius.
"Tadi minus 0,7 derajat celcius dan sampai pagi minus 1 derajat celcius," ungkapnya.
Ia mengatakan, kemunculan embun es kali ini cukup unik karena terjadi ketika musim hujan tiba.
"Sekarang 13 Desember yang notabene masuk musim hujan tapi muncul embun es, luar biasa," sebutnya.
Ia juga sempat mengabadikan penampakan embun es di kawasan Candi Arjuna Dieng. Dalam videonya tampak embun es cukup tebal menyelimuti permukaan rumput di lapangan.
Baca Juga: Masih Terpantau Normal, Begini Kondisi Aktivitas Gunung Dieng yang Terbaru
Selain itu, embun yang menempel pada permukaan meja dan mobil juga turut membeku.
"Saya serut tadi cukup tebal esnya,"pungkasnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya
-
Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG
-
Makan Bergizi Gratis Berujung Petaka di Pati: Makanan Datang Telat, Ratusan Siswa Keracunan
-
Warga Jateng Merapat! Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Simpang Lima Semarang Dibuka untuk Umum