SuaraJawaTengah.id - PSIS Semarang menargetkan hasil.manis di penghujung 2023 saat menjamu Madura United dalam lanjutan pertandingan Liga 1 Indonesia 2023/2024 di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/12).
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius di Semarang, Jumat, mengatakan, anak asuhnya suap.menghadapi pertandingan sulit melawan sekuat Madura United
"Saya suka cara Madura United bermain, dengan penempatan posisi serta pemain yang bagus," katanya.
Pertandingan melawan Madura United, kata dia, akan menjadi laga berat untuk menjaga posisi empat besar di klasemen
Ia menilai pertandingan yang dijalani oleh PSIS akan semakin sulit ke depannya.
"Banyak tim yang sudah mengetahui cara bermain PSIS, melakukan analisis," katanya.
Meski demikian, ia optimistis PSIS akan mengakhiri pertandingan terakhir Liga 1 di tahun 2023 ini dengan posisi yang bagus.
PSIS Semarang menjamu Madura United dalam lanjutan pertandingan Liga 1 Indonesia 2023/ 2024 di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (16/12).
PSIS Semarang saat ini menempati peringkat empat pada klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2023/2024 dengan 37 poin, hanya berselisih tiga poin dari Madura United yang berada di peringkat lima.
Baca Juga: PSIS Semarang Buat Sistem Tiket Online, Ini Cara Mendapatkannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Sajajar Desak Kemenag Tindak Tegas Pelaku Pembubaran Kemah Ahmadiyah di Karanganyar
-
Pemkot Semarang Buka Pintu Sekolah Negeri untuk Anak Perantau dan Sediakan 6.000 Kursi Swasta Gratis
-
Sarif Abdillah Dorong Destinasi Wisata Jateng Perkuat Standar Keselamatan Wisatawan
-
BRI Hadirkan Registrasi BRImo Global, Tersedia di 15 Negara Sekaligus
-
Kisah Fikky Arif Warga Desa yang Jadi Miliarder: Dulu Ngelas Sendiri, Sekarang Punya 300 Karyawan