SuaraJawaTengah.id - Pasangan capres dan cawapres urut 2 Prabowo-Gibran telah mengumumkan berbagai program prioritas yang akan dilaksanakan juka keduanya terpilih dalam Pemilu 2024.
Salah satunya teryata adalah memberantas korupsi yang masih menjadi penyakit di Indonesia.
Hal ini terungkap dalam dokumen visi-misi Prabowo-Gibran yang berjudul, "Indonesia Maju" Dimana keduanya menyatakan komitmennya dalam memberantas korupsi pada program prioritas nomor 4.
"Pencegahan dan pemberantasan korupsi," dikutip dari dokumen tersebut, Sabtu (16/12/2023).
Prabowo-Gibran telah menetapkan pemberantasan korupsi sebagai salah satu program prioritas ini, mengingat dampak besar korupsi terhadap ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.
Program ini bertujuan untuk menutup celah kebocoran pembiayaan dalam pembangunan negara dan memperbaiki ekonomi yang rusak akibat korupsi.
Strategi pemberantasan korupsi yang mereka usung dalam program prioritas mencakup pendekatan yang seimbang antara pencegahan dan penindakan. Hal ini dilakukan dengan terstruktur untuk memastikan efektivitasnya.
Fokus utama dari pemberantasan ini adalah menghilangkan keuntungan yang didapat oleh pelaku korupsi dan sekaligus berupaya untuk memulihkan kerugian keuangan negara.
Prabowo-Gibran percaya bahwa dengan penerapan kebijakan anti-korupsi yang tepat dan seksama dalam program prioritas, maka akan tercipta manfaat ekonomi yang merata dan efisien. Selain itu, pemberantasan korupsi diharapkan dapat menyediakan tambahan pembiayaan untuk pemerintah dan mempercepat kemajuan negara.
Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membawa kemajuan yang signifikan bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
Dalam debat pertama yang berlangsung di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, 12 Desember, Calon , Prabowo Subianto menegaskan pandangannya terhadap korupsi.
Menurutnya, korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan harus diberantas secara tuntas.
"Korupsi merupakan tindakan yang mengkhianati bangsa kita. Oleh karena itu, kita harus memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya," kata Prabowo saat debat.
Lebih lanjut, Prabowo mengemukakan bahwa lembaga-lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Ombudsman, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta inspektorat di setiap kementerian perlu diperkuat.
Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.
"Kita harus memperkuat lembaga-lembaga yang memiliki peran dalam mencegah dan memberantas korupsi," tambahnya.
Prabowo menegaskan kembali komitmennya terhadap pemberantasan korupsi.
"Jadi saya sependapat, korupsi harus diberantas sampai ke akar-akarnya," tandasnya.
Berkaca dari komitmen pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran dalam program prioritas mereka terhadap pemberantasan korupsi, hal ini menandai bahwa keduanya berkomitmen untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih maju dan bersih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan