SuaraJawaTengah.id - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengaku tidak mempermasalahkan dukungan dari mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) pada Pilpres 2024.
"Saya rasa dukungan dari siapa pun kan ya enggak masalah. Kayak Pak Anies didukung Pak JK ya enggak masalah juga," kata Kaesang di sela-sela safari politik DPP PSI di Tegal, Jawa Tengah, pada Rabu (20/12/2023).
Jusuf Kalla merupakan mantan Ketua Umum Partai Golkar ke-8 untuk masa jabatan 2004-2009. Sementara Partai Golkar saat ini mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo-Gibran.
Kaesang mengatakan bahwa meskipun Jusuf Kalla memberikan dukungannya kepada AMIN, tetapi dia yakin masyarakat yang mendukung Partai Golkar akan tetap solid mendukung partai di bawah pimpinan Airlangga Hartarto tersebut.
"Saya rasa tetap Golkar, lewat Ketua Umum Pak Airlangga, tetap solid untuk mendukung Mas Gibran dan Pak Prabowo," katanya.
Kaesang dan DPP PSI melakukan safari politik ke 12 kota di Jawa Tengah mulai 16 - 20 Desember 2023, termasuk Tegal, untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menarik dukungan mereka.
Sebelum ke Jateng, Kaesang juga melakukan safari politik ke Medan, Kupang di Nusa Tenggara Timur, Manado di Sulawesi Utara, Bandung di Jawa Barat, dan beberapa daerah lain di Jawa dan Jakarta.
Tak Pengaruhi Dukungan ke Prabowo-Gibran
Pakar politik dari Universitas Andalas Padang, Asrinaldi, menilai pemberian dukungan Jusuf Kalla atau JK kepada calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, tidak mempengaruhi dukungan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Baca Juga: Diteror Pemotor Berbendera PDIP Saat Diskusi di Pati, Kaesang Pangarep Malah Nyeletuk Kalimat Kocak
"Persoalan di tubuh Kemenangan TKN apakah itu akan goyang saya pikir tidak juga karena secara umum sudah tahu dari awal (Jusuf Kalla mendukung Anies)," kata Asrinaldi, dihubungi dari Jakarta, Selasa.
Untuk diketahui, JK saat ini masih berada dalam lingkaran Partai Golkar. Golkar sendiri saat ini berada dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) penduduk Prabowo-Gibran.
Menurut Asrinaldi, dukungan yang diberikan JK merupakan pilihan pribadi, bukan mewakili partai. Dengan kondisi itu dia menilai bahwa banyak kelompok dalam tubuh Golkar yang tidak sepenuhnya mendukung Prabowo-Gibran.
Ia melanjutkan, perbedaan dukungan dalam Golkar pun dianggap lumrah sehingga setiap kelompok menghormati sikap masing-masing. "Kalau dalam tubuh Golkar banyak fraksi seperti fraksi JK juga banyak, fraksi Aburizal Bakrie, fraksi Agung Laksono juga ada nah persoalannya apakah mereka solid ke Prabowo-Gibran saya pikir tidak juga," kata dia.
Ia yakin Golkar akan tetap berpegang teguh dengan KIM Prabowo-Gibran lantaran sudah menjadi sikap politik partai yang harus dipertanggungjawabkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
6 Fakta Pembubaran Kegiatan Pemuda Ahmadiyah
-
Polisi Bubarkan Perkemahan Pemuda Ahmadiyah, Jubir JAI: Itu Cuma Camping Anak-Anak dan Olahraga
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
-
Apresiasi Ombudsman Jateng, YPAI biMBA AIUEO: Keadilan untuk Rumah Baca Purbalingga Terwujud
-
Predator Dana Hari Tua: Eks Pegawai Bank Tipu 60 Pensiunan di Purwokerto Lewat Investasi Bodong