SuaraJawaTengah.id - Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat TNI terhadap pendukung pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud Md di Boyolali, Jawa Tengah.
"TPN jelas mengutuk kekerasan dan intimidasi dalam bentuk apa pun," ujar Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, dalam konferensi pers di Media Center TPN, Jakarta, Senin.
Arsyad menjamin TPN bergerak dan memberi pendampingan hukum sampai tuntas atas kasus tersebut, serta mengutuk segala bentuk intimidasi dan kekerasan agar peristiwa serupa tak terulang lagi dalam rangkaian pesta demokrasi Pemilu 2024.
Ia mengatakan bahwa Ganjar Pranowo telah menjenguk langsung para korban tindak kekerasan oknum aparat dan memastikan mereka ditangani dengan sebaik-baiknya.
Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Ganjar sebagai pemimpin. "Ini juga penghargaan beliau sebagai manusia biasa yang peduli dengan nasib rakyat," ujar Asrjad.
Arsyad mengatakan seluruh pendukung Ganjar-Mahfud merupakan anggota keluarga besar sehingga tindak kekerasan terhadap satu orang adalah kekerasan terhadap seluruh keluarga besar.
Arsjad menegaskan TPN percaya netralitas TNI dan Polri pada Pemilu 2024, seperti disampaikan Panglima TNI dan Kapolri.
"Mari kita kawal amanat pesta demokrasi agar berjalan bersih, adil bermartabat, dan membawa kesejahteraan bagi rakyat. Kami mengimbau seluruh masyarakat pendukung Ganjar-Mahfud, tetap tenang, jangan terprovokasi. Setiap perbedaan pendapat sebaiknya selesaikan dengan diskusi konstruktif, bukan dengan kekerasan," ujar dia.
Sebelumnya, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, melaporkan seorang relawan meninggal dunia dan empat orang mengalami luka berat diduga akibat tindak kekerasan pada Sabtu (30/12).
Baca Juga: Relawan Ganjar Pranowo Dianiaya Oknum TNI, Ini Respon Tegas PDIP Boyolali
Relawan yang meninggal dunia di rumah sakit tersebut berasal dari Klaten dan diduga mengalami kekerasan dari pendukung pasangan calon lain.
Empat orang korban yang mengalami luka-luka akibat penganiayaan oleh oknum TNI berada di pos TNI setempat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak Panglima TNI untuk segera mengambil tindakan.
Menurut keterangan Kepala Penerangan Kodam IV/ Diponegoro Kolonel Richard Harison, dua pendukung dari pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah oknum TNI di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Ia membenarkan penyelidikan dan pendalaman terhadap peristiwa oleh oknum TNI di depan markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh di Kabupaten Boyolali.
Richard menyebut peristiwa tersebut diduga dipicu oleh kesalahpahaman antara sejumlah prajurit TNI dengan dua korban ketika pengendara sepeda motor berknalpot bising melintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kabupaten Boyolali.
Berita Terkait
-
Ganjar Minta Pendukungnya Tak Terpancing Soal Kasus Penganiayaan di Boyolali: Tidak Boleh ada Aksi Balas Membalas!
-
Penganiayaan Kader PDIP di Boyolali, Netizen Resah: Rasain Sehari Full Suara Knalpot, Apa Nggak Emosi?
-
PPP Tegaskan Bakal Pecat Kader yang Dukung Selain Ganjar-Mahfud MD
-
Relawan Ganjar Pranowo Dianiaya Oknum TNI, Ini Respon Tegas PDIP Boyolali
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan