SuaraJawaTengah.id - Nama Ganjar Pranowo kini tengah menjadi perbincangan sejak dirinya maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pilpres 2024. Alhasil, segala informasi menyangkut Ganjar menjadi konsumsi publik di tanah air.
Latar belakang keluarga mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itupun ikut jadi perhatian. Siapa sangka, ternyata Ganjar bukan berasal dari keluarga sembarangan.
Ganjar Pranowo lahir di lereng Gunung Lawu pada 28 oktober 1968. Ayah Ganjar bernama Parmudji Pramudi Wiryo dan ibu bernama Sri Suparni.
Ayah Ganjar dulunya adalah seorang Polisi. Ia sempat ditugaskan dalam operasi penumpasan gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra Tengah (Sumatra Barat, Riau, dan Jambi sekarang). Bahkan, pemberian nama “Pri” kepada tiga saudara Ganjar yakni Pri Kuntadi, Pri Pambudi Teguh dan Pri Jadi Joko Prasetyo lantaran sang ayah tiga kali turun ke medan operasi penumpasan PRRI.
Mengutip berbagai sumber, Operasi penumpasan gerakan PRRI merupakan operasi gabungan yang melibatkan TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara. Operasi ini merupakan yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah militer Indonesia.
Adapun PRRI, merupakan gerakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat atau lebih tepatnya pihak militer di Sumatra. Gerakan dipimpin oleh Kolonel Ahmad Husein yang merasa tidak puas terhadap pemerintah terkait dengan kebijakan alokasi dana dari pemerintah pusat serta berbagai ketimpangan dalam pembangunan, terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa.
Tidak sendirian, Kolonel Ahmad Husein juga didukung oleh beberapa panglima militer. Oleh karena itu, pemerintah pusat menganggap gerakan ini harus segera diselesaikan dengan kekuatan senjata.
Jenderal Ahmad Yani lalu mendapat mandat dari Presiden Soeharto untuk melakukan operasi militer demi menumpas PRRI yang berada di Sumatera Barat. Ia juga diberi mandat untuk memimpin pasukan TNI di Padang.
Sekitar tiga tahun lamanya yakni pada 1958 hingga 1961, terjadi perang saudara antara tentara pusat dan pasukan PRRI yang memakan banyak korban di pihak PRRI. Bahkan jumlah korban akibat konflik PRRI yang singkat jauh lebih besar daripada korban perang dengan Belanda pada zaman revolusi kemerdekaan yakni mencapai 22 ribu jiwa.
Baca Juga: Hari Kampanye ke-38, Ganjar Temui Petani, Mahfud Silaturahmi dengan Uskup Agung Jakarta
Korban berjatuhan dari rakyat sipil juga tak kalah banyaknya, mereka menjadi korban kekerasan seperti penyiksaan, perampokan, dan pemerkosaan.
Kini Ganjar Pranowo bersama Mahfud MD tengah berusaha keras meraih kemenangan pada Pilpres 2024. Keduanya menyusuri berbagai wilayah di tanah air untuk menyampaikan visi dan misi Ganjar-Mahfud.
Tag
Berita Terkait
-
Deretan Sepatu Produk Lokal Koleksi Ganjar Pranowo, Salah Satunya Pernah Didesain Mantu Jokowi Bobby Nasution
-
Duh! Ganjar Singgung Kredibilitas KPU, Surat Suara Hanya Dua Kolom: Masa Minta Maaf Terus
-
Pasangan Ganjar-Mahfud MD Berpeluang Lolos ke Putaran Kedua, SMRC Beri Saran Ini Agar Elektabilitasnya Terdongkrak
-
Komitmen Terhadap HAM, Akankah Kasus Widji Thukul Terpecahkan Jika Ganjar-Mahfud Terpilih?
-
Soroti Keluhan Petani Soal Pupuk Subsidi Langka, Begini Solusi Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin