SuaraJawaTengah.id - Menjelang debat keempat Pilpres 2024, Gibran Rakabuming Raka dinilai akan kembali tampil memukau seperti yang ditampilkan pada debat kedua beberapa waktu lalu.
Gibran diyakini sangat menguasai tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa, dalam debat keempat Pilpres 2024 yang akan menampilkan para cawapres.
Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menyoroti khusus tentang Pembangunan Berkelanjutan serta kaitannya dengan Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan.
Sehingga ini berarti akan menitikberatkan pada keberlanjutan program Food Estate yang digagas oleh Presiden Jokowi dan saat ini ditanggung jawabi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga calon presiden.
Ketua Umum AMKI Frans Meroga Panggabean yakin bahwa Gibran akan menegaskan kepastian berlanjutnya program Food Estate karena penambahan luasan lahan menjadi keharusan sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pangan RI.
Food Estate sejatinya adalah program ekstensifikasi wilayah pertanian karena saat ini rasio kepemilikan lahan per lahan pangan per penduduk hanya 260 m2, di mana merupakan salah satu terendah di dunia, bahkan di Asia Tenggara.
"Memang betul banyak kritikan tentang Food Estate, tapi banyak ahli yang mengatakan bahwa dalam membuka lahan itu harus dinilai minimal 8 musim tanam," kata Frans dari keterangan tertulis pada Sabtu (20/1/2024).
"Jadi jangan baru sekali musim tanam langsung dianggap gagal, tidak fair itu," imbuh Frans.
Selanjutnya Frans mengatakan bahwa Cawapres Gibran Rakabuming Raka akan mengutarakan pelibatan koperasi secara sentral sebagai penyempurnaan dari misi swasembada pangan dengan mencontoh negara India.
Baca Juga: Pilpres Semakin Dekat, Ganjar Minta Pendukungnya Disiplin Turun ke Rakyat
India saat ini telah menggeser Cina sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Dengan penduduk yang mencapai 1,4 miliar orang, tetapi India masih mampu surplus produksi beras sebanyak 7 juta ton.
“Kami telah memberikan masukan bahwa di India semua aktifitas pertanian memberdayakan koperasi. Di India semua pakai koperasi, bukan konglomerasi,” lanjut Frans yang juga adalah Presidium Forum Koperasi Indonesia (Forkopi).
Oleh karena itu, penting dibuatkan regulasi yang kuat agar seluruh proses penyediaan benih, kecukupan pupuk, pengairan, pestisida, penggilingan panen, pengemasan, penyimpanan, transportasi, sampai sebagai off-taker yang membeli hasil panen dari para petani, serta semua aktifitas lain wajib melalui koperasi.
Lima Syarat Indonesia Raja Beras Dunia
Selanjutnya AMKI memberikan sedikitnya 5 syarat utama agar tercipta ekosistem tentang ketahanan pangan yang benar-benar menyentuh semua proses produksi sejak dari pertanian padi sampai menjadi komoditas beras kepada masyarakat, serta kesemuanya harus melalui koperasi.
“Yang pertama adalah harus dibuatkan regulasi yang kuat agar seluruh proses penyediaan lahan, penyediaan benih, kepastian kecukupan pupuk, pengairan, pestisida, penggilingan saat panen, pengemasan, penyimpanan, transportasi, sampai sebagai off-taker yang membeli hasil panen dari para petani, serta semua wajib melalui koperasi,” jelas Frans.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
Terkini
-
BRI Serahkan Ambulans untuk Perkuat Layanan Kemanusiaan Relindo Batang
-
Viral Boleh, Hoaks Jangan: Pakar Hukum hingga PWI Jateng Ungkap Efek Hukum Konten Misleading
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Produksi Melimpah Harga Jatuh, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Nasib Petani Garam
-
Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat