Kisahnya menjadi UMKM tidak hanya menceritakan suka dengan mendapatkan keuntungan saja. Ia pun mengalami duka, yaitu kehabisan modal saat pesanan banyak.
Ia mengaku saat itu tak mengerti dengan ilmu bisnis. Setiap orang pesan, selalu diterima saja.
"Karena saya masih polos ya, jadi orang pesen tanpa DP. Akhirnya modal habis untuk beli bahan," katanya.
Namun demikian, saat Pandemi Covid-19, Mesni akhirnya memberanikan diri untuk mengambil pinjaman modal usaha melalui KUR BRI.
Ia pun kini lega, karena bisa mengembangkan usaha kecilnya itu.
"Itu akhirnya ngambil kur BRI untuk modal usaha pesanan, sempat gagal dua kali, yang ketiga akhirnya lolos KUR, ini masih kurang 6 bulan lagi lunas. Pinjaman itu sampai 15 juta untuk yang KUR kedua," ujar Mesni.
Dari usahanya yang ia rintis sendiri itu kini Mesni bisa memberikan manfaat kepada orang-orang sekitarnya.
"Ini penjahit semua ada 6, mereka mendapat upah per tas ya. Awal saya yang gambar pola atau desain, kemudian nanti dikerjakan oleh penjahit. Kemudian saya juga ajak mahasiswa yang ingin belajar disini. Menularkan bakat jualan," ucapnya.
Pemasaran dari Online sampai ke Eropa
Baca Juga: Ngeri! Akibat Hujan Lebat di Semarang, Jalan di Atas Gorong-gorong Amblas hingga Kedalaman 12 Meter
Soal pemasaran, Mesni mengungkapkan terus belajar dengan perkembangan zaman. Ia pun menyebut, produkya sudah sampai Eropa.
"Jujur sampai ke Eropa, india, china, secara pribadi sudah eksport. Tapi belum lewat jalur pemrintah," ujarnya.
Mesni mengaku juga melakukan promosi melalui media sosial, hingga marketplace.
"Hasil dari produk saya ini, selain untuk pengembangan usaha, juga buat kuliah kedua anak saya. Target saya pendidikan anak lebih tinggi dari saya, mengalah untuk anak.
Ia mengaku juga mulai menitipkan barang-barang yang ia buat di tempat-tempat wisata.
"Lebaran ini juga mulai banyak pesanan tas untuk hampers. Selain itu titip barang di lawang sewu atau galeri Laseko, @home hotel, dan toko oleh-oleh semarang," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun