SuaraJawaTengah.id - Bursa calon gubernur Jawa Tengah mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah tokoh potensial pun mulai sering disebut pada kontestasi kepala daerah tersebut.
Salah satu tokoh yang mulai bersiap maju di Pilgub Jateng adalah Bupati Kendal Dico M Ganinduto.
Pria yang sering dipanggil Dico tersebut menyatakan siap maju sebagai bakal calon (bacalon) Gubernur pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Tengah tahun 2024.
Guna memastikan keinginannya tersebut dia mulai mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat di kabupaten/kota di Jawa Tengah, kata Dico usai bertemu tokoh masyarakat di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (7/4/2024).
Ia menyampaikan pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng pada bulan Agustus 2024, masih panjang kalau melihat dinamika politik.
Menurut dia, indikator seorang politisi untuk maju ada dua yang paling penting, yaitu survei atau keinginan masyarakat dan kendaraan politik.
Ia menuturkan, kendaraan Partai Golongan Karya dan berdasarkan survei hari ini dia pada urutan tiga besar.
"Kalau ini bisa saya pertahankan dan bisa meningkat, kemudian saya masuk di nomor dua atau nomor satu dalam waktu tiga bulan ke depan sebelum pendaftaran akan lebih memungkinkan untuk saya lebih mantap," katanya dikutip dari ANTARA.
Dico menuturkan jadi indikatornya sudah jalan tinggal minta doa dan masukan dari kiai-kiai dengan berkeliling Jateng.
Baca Juga: Gelombang Dukungan Menguat, Sudaryono Didorong Maju Pilgub Jateng
"Sekaligus berkomunikasi dengan seluruh tokoh politik yang berpotensi maju di Jateng," katanya.
Ia menyampaikan Partai Golkar Jateng pada Pemilu 2024 mendapat 17 kursi sehingga perlu berkoalisi dengan partai lain.
"Alasan ingin maju kepemimpinan dari Kendal ke Jateng, yang pertama saya merasa tiga tahun di Kendal itu Alhamdulillah bisa memberikan manfaat sebagai kepala daerah. Banyak perubahan yang signifikan di Kendal di era saya," katanya.
Menurut dia, cara memimpin birokrasi maupun pembangunan riil kelihatan selama dirinya tiga tahun di Kendal.
"Intinya semua jauh ke arah yang lebih baik. Saya melihat tiga tahun ini bisa dilakukan di Kendal. Saya merasa di usia 34 tahun ini memiliki tenaga yang lebih, istilahnya tenaga ini hanya diberikan ke Kendal masih banyak yang belum terkuras. Jadi untuk memikirkan jauh lebih banyak dari Kendal itu masuk akal," katanya.
Selain itu, katanya, sebagai politisi harus bisa melihat politik dalam momentum, apa pun itu yang terpenting dalam politik adalah melihat kesempatan, karena momentum itu belum tentu datang pada tahun-tahun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter