Pemandangan kios penjual 'Lumpia Gang Lombok' di Kelurahan Purwodinatan, Kota Semarang. Senin (8/4/24) [Suara.com/Ikhsan]
Disisi lain Warsih seorang penduduk pribumi ternyata memiliki usaha jualan makanan yang hampir sama. Yang membedakan citra rasa buatan Warsis dominan manis dan berisikan kentang udang.
Lambat laun, bukannya bersaing atau musuhan. Kedua orang tersebut malah jatuh cinta lalu menikah. Setelah itu mereka berdua meracik makanan bersama dengan sentuhan budaya Tionghoa dan Jawa.
Sejak saat itu terciptalah sebuah kudapan bernama "Lumpia". Sebelum menetap di Jalan Terman (sekarang berganti jadi Gang Lombok) pasangan suami-istri tersebut menjajakan lumpia berkeliling dengan cara dipikul.
"Tapi dulu awal nama makanannya nggak langsung lumpia," tandas lelaki berusia 27 tahun tersebut.
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja
-
Hari Anak Nasional, SD di Temanggung Perangi Kecanduan Gadget Lewat Permainan Tradisional
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Bupati Cilacap Nonaktif Segera Diadili Kasus Dugaan Korupsi THR