SuaraJawaTengah.id - Cuaca di Jawa Tengah diprediksi berawan saat pagi hari. Namun berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada siang hingga malam hari.
Hal itu berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip di Semarang pada Kamis (25/4/2024).
Jawa Tengah pada pagi hari cerah berawan hingga berawan. Siang hingga awal malam hari hijan ringan-sedang tersebar di sebagai besar wilayah Jawa Tengah dengan waktu bervariasi dimulai dari daerah pegunungan.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk waspada bencana hidrometeorologi beserta dampaknya seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, pohon tumbang dan genangan air.
Potensi hujan sedang-lebat dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah pegunungan tengah -dataran tinggi, sebagian solo raya, dan sekitarnya.
Sementara itu Kotra semarang juga berpotensi diguyur hujan ringan pada malam hari.
Deputi Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menilai penyediaan sistem informasi cuaca ekstrem berbasis dampak bencana terintegrasi butuh disegerakan, sehingga potensi kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalisir secara maksimal.
Ia mengatakan sistem informasi cuaca ekstrem berbasis dampak bencana yang terintegrasi itu tak hanya berisi kondisi prakiraan cuaca, tetapi juga peta risiko yang ditimbulkan dapat secara detail terjelaskan.
Adapun cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi basah di wilayah Indonesia tersebut antara lain seperti tanah longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung.
Baca Juga: Petani Jateng Terima 10 Ribu Alsintan, Pj Gubernur Jateng Optimis Produksi Pangan Meningkat
"Maka dengan sistem ini, BMKG mengharapkan masyarakat dapat menerima informasi cuaca ekstrem yang lebih akurat dan tepat waktu, sehingga dapat terhindar dari risiko dampak bencana," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan